logo


Mentan Amran Canangkan Indonesia Sebagai Lumbung Pangan Dunia

Khusus bagi pengoplos pupuk, tak segan ia menindak tegas.

28 Oktober 2016 19:29 WIB

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman memberikan sambutan saat pembukaan Pameran Hari Pangan Sedunia ke-36 di Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah, Jumat (28/10).
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman memberikan sambutan saat pembukaan Pameran Hari Pangan Sedunia ke-36 di Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah, Jumat (28/10). Jitunews/Miftahul Abrori

BOYOLALI, JITUNEWS.COM - Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman membuka Pameran Hari Pangan Sedunia ke-36 dipusatkan di Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah. Pameran ini digelar selama tiga hari ini, yakni tanggal 28 hingga 30 Oktober 2016.

Selain Mentan, acara pembukaan dihadiri Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, FAO Representative in Indonesia and Timor Leste Mark Smulders, Bupati Boyolali Seno Samodro dan jajarannya.

"Stok beras saat ini dua juta ton kwintal dan otu artinya cukup untuk memenuhi kebutuhan pangan hingga Mei tahun depan. Padahal bulan Maret kita sudah panen puncak. Kita harus optimis. Pertanian Indonesia harus bangkit agar bisa menjadi lumbung pangan dunia," kata Mentan saat menyampaikan sambutan.


Program Lumbung Pangan Baru di Kallteng, Kementerian PUPR Programkan Rehabilitasi 85.500 ha

Kebutuhan pangan di daerah perbatasan, seperti di Kepulauan Riau, NTT, Maluku, Irian Jaya dan daerah perbatasan lainnya juga mendapat perhatian Mentan.

"Kita bangun sawah di perbatasan. Jangan biarkan pangan selundupan masuk. Perbatasan harus dijaga dengan kebutuhan pangan, tidak hanya pengamanan," katanya.

Mentan juga menegaskan akan membatasi impor pangan. Jika selama ini impor berdasarkan keinginan orang-orang tertentu, kata Mentan, paradigma harus diubah, impor harus berdasarkan kebutuhan nasional. Ia akan bersikap tegas dengan tidak memberi celah kepada oknum-oknum yang mempermainkan regulasi.

Mentan juga memperhatikan kebutuhan benih dan pupuk bagi petani. Khusus bagi pengoplos pupuk, tak segan ia menindak tegas.

"Regulasi yang tidak sesuai kita bongkar. Sudah ada 40 orang yang saya kirim ke penjara," tegasnya.

 

Husnain: Pengembangan Kawasan Food Estate untuk Perkuat Ketahanan Pangan

Halaman: 
Penulis : Miftahul Abrori, Syukron Fadillah