logo


Biogene Plantation Targetkan Sentralisasi Benih Padi Hibrida di Lahan 600 Ha

Sentralisasi saat ini dipusatkan di Desa Ngompro, Kecamatan Pangkur, Kabupaten Ngawi, Jawa Timur

28 Oktober 2016 10:10 WIB

Direktur Utama PT Biogene Plantation, Bambang Purwadi Priyono saat acara panen benih padi hibrida Sembada di Ngawi, Jawa Timur, Kamis (27/10).
Direktur Utama PT Biogene Plantation, Bambang Purwadi Priyono saat acara panen benih padi hibrida Sembada di Ngawi, Jawa Timur, Kamis (27/10). Jitunews/Miftahul Abrori

NGAWI, JITUNEWS.COM- Pada Kamis, tanggal 27 Oktober 2016, PT Biogene Plantation memanen benih padi hibrida di areal sentralisasi yang berlokasi di Ngawi, Jawa Timur. Panen benih padi itu dilakukan di lahan seluas 200 hektare (ha) dalam dua kali musim panen. Perusahaan benih padi jenis hibrida ini menargetkan pada tahun 2017 menanam di lahan sentralisasi seluas 600 ha.

Direktur Utama PT Biogene Plantation, Bambang Purwadi Priyono, mengatakan sentralisasi saat ini dipusatkan di Desa Ngompro, Kecamatan Pangkur, Kabupaten Ngawi, Jawa Timur. Dan akan diperluas di daerah sekitarnya. Di Ngompro sendiri, terdapat lahan sentralisasi dengan luas 40 ha.

“Kami membantu program pemerintah kementerian untuk menyukseskan swasembada pangan. Target tahun depan kami akan menanam benih hibrida di lahan 600 ha,” kata Bambang, kepada jitunews.com, Kamis (27/10), di sela-sela acara panen benih padi hibrida Sembada di Ngawi, Jawa Timur.


Lewat Padi Hibrida, Mampu Wujudkan Swasembada Pangan

Bambang menjelaskan, PT Biogene Plantation membuat sentralisasi penanaman benih padi hibrida varietas Sembada B9, Sembada 989 dan Sembada 168. Tiga varietas itu memiliki kelebihan di antaranya produksinya mencapai 10 hingga 13,4 ton per ha gabah kering atau naik 3–4 ton, tahan terhadap hama penyakit, dan memiliki tekstur serta tekstur nasi yang disukai masyarakat.

Petani yang ingin bekerjasama untuk menanam benih padi hibrida, jelas Bambang, hanya perlu menyiapkan lahan, tenaga, serta biaya operasional. PT Biogene Plantation akan menyediakan benih, serta akan mendampingi mereka. Dalam kesempatan tersebut, Bambang juga menyerahkan bantuan benih sebanyak 150 kilogram (kg) benih padi hibrida kepada petani.

“Kami akan membimbing mereka dalam masa penanaman hingga pasca panen. Hasil panen atau calon benih, kami beli Rp 17 ribu per kilo,” katanya.

Benih dari PT Biogene Plantation didistribusikan ke seluruh sentra pertanian padi di seluruh Indonesia. Bahkan sudah diekspor ke Brunei Darussalam. “Dari Timor Leste juga sudah meminta. Dalam waktu dekat juga akan diekspor ke sana,” imbuh Bambang.

Panen Padi Hibrida Melimpah, Petani pun Sumringah

Halaman: 
Penulis : Miftahul Abrori, Christophorus Aji Saputro