logo


Bawaslu DKI Jakarta Tegaskan Warga Bisa Laporkan Dugaan Pelanggaran Paslon dan Tim Kampanye

"Bawaslu akan lakukan cross check lebih lanjut atas laporan yang disampaikan"

27 Oktober 2016 05:00 WIB

Ketua Bawaslu DKI Jakarta, Mimah Susanti.
Ketua Bawaslu DKI Jakarta, Mimah Susanti. beritajakarta.com

JAKARTA, JITUNEWS.COM- Masyarakat dapat turut serta melaporkan adanya dugaan pelanggaran yang dilakukan pasangan calon (paslon) gubernur dan wakil gubernur atau pun tim kampanye mereka.

Hal itu disampaikan Ketua Badan Pengawasan Pemilu (Bawaslu) DKI Jakarta, Mimah Susanti, hari Rabu, tanggal 26 Oktober 2016 kemarin, di Kantor KPU DKI, Jakarta Pusat.

"Masyarakat bisa melaporkan ke Bawaslu, bisa melaporkan melalui e-mail atau laporkan langsung kepada kita, datang ke kantor kami," ujar Mimah.


Ahok Minta KPU-Bawaslu Tinjau Temuan Potensi Suara Ganda di Pilkada DKI

Untuk pelaporan melalui e-mail, bisa disampaikan ke bawasludki@yahoo.co.id. Mimah meminta, pelapor melengkapi identitas dan melampirkan bukti laporannya.

"Bawaslu akan lakukan cross check lebih lanjut atas laporan yang disampaikan. Kalau sudah jelas, alat buktinya sudah jelas, dari hasil itu terbukti, baru bisa disimpulkan adanya dugaan pelanggaran atau tidak," kata Mimah.

Sementara itu, untuk pelanggaran kampanye, sanksi yang diberikan dapat berupa peringatan lisan, tulisan, atau penghentian masa kampanye. Sementara sanksi pidana bisa berupa hukuman penjara atau denda sesuai peraturan perundang-undangan.

"Nah, pembatalan pasangan calon, itu kalau ada pembuktian dugaan pelanggaran politik uang. Kalau terbukti, sesuai ketentuan, dibatalkan sebagai pasangan calon, dan ketentuan pidana tidak hilang," ucap Mimah.

Antisipasi Kecurangan, Ini Arahan Bawaslu

Halaman: 
Penulis : Christophorus Aji Saputro