logo


Hentikan! Kebijakan Menukar Tikus dengan Uang Berpotensi Money Politic

"Jika tujuan dari pemerintah untuk memberantas hama tikus di ibu kota, silakan melakukan upaya-upaya profesional teknik keilmuan pemberantasan hama tikus"

26 Oktober 2016 07:00 WIB

Wakil Ketua DPW Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Heriandi Lim
Wakil Ketua DPW Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Heriandi Lim google

JAKARTA, JITUNEWS.COM- Lantaran berpotensi menjadi praktik politik uang (money politic), DPW Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) DKI Jakarta meminta Pemprov DKI Jakarta untuk menghentikan pematangan kebijakan pembelian hama tikus di saat masa kampanye Pilkada DKI 2017.

Menurut Wakil Ketua DPW PKB DKI Jakarta, Heriandi Lim, Pemprov DKI juga belum bisa melakukan verifikasi asal tikus yang diterima apakah dari Jakarta atau didatangkan dari luar kota. Karena itu, hal ini justru akan membuat pemborosan anggaran dengan sia-sia.

Daripada mengandalkan upaya tersebut, sambung Heriandi, alangkah baiknya Pemprov DKI mengupayakan langkah-langkah profesional dengan teknik keilmuan untuk pemberantasan hama tikus.


Awas, Hama Tikus Mengancam Jelang Panen Padi !

"Jika tujuan dari pemerintah untuk memberantas hama tikus di ibu kota, silakan melakukan upaya-upaya profesional teknik keilmuan pemberantasan hama tikus," jelas Heriandi, dikutip rmol.co, Selasa (25/10).

Sebelumnya, Wakil Gubernur DKI Jakarta, Djarot Saiful Hidayat, memastikan Gerakan Basmi Tikus (GBT) segera dilaksanakan. Program basmi tikus berhadiah Rp 20 ribu per ekor tikus hasil tangkapan warga. Hadiah perburuan berasal dari anggaran pembasmian hama dengan total Rp 80 juta.

Rapat teknis program basmi tikus akan digelar bersama sejumlah dinas terkait. Di antaranya Dinas Kebersihan dan Dinas Pertamanan. Pemegang kendali pelaksanaan program berada di tingkat kelurahan.

 

Sebuah Kisah Kepahlawanan Tikus Pengendus di Afrika

Halaman: 
Penulis : Christophorus Aji Saputro
 
×
×