logo


Serapan Pupuk Subsidi Lebih Didominasi Sektor Tanaman Pangan

Sepanjang tahun 2016 ini sektor tanaman pangan sudah menyerap pupuk subsidi sebesar 3,07 juta ton

25 Oktober 2016 11:07 WIB

Sejumlah pekerja melakukan pengantongan pupuk urea di gedung produksi dan pengantongan pupuk urea.
Sejumlah pekerja melakukan pengantongan pupuk urea di gedung produksi dan pengantongan pupuk urea. Antara

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Direktur Pupuk dan Pestisida, Ditjen Prasarana dan Pertanian (PSP), Muhrizal Sarwani, mengatakan, serapan pupuk di tahun 2016 ini masih didominasi oleh sektor tanaman pangan.

“Sampai saat ini proses penyerapan pupuk masih didominasi di sektor tanaman pangan,” kata Muhrizal di Jakarta, Selasa(25/10).

Lebih lanjut Muhrizal mengatakan bahwa pada sepanjang tahun 2016 ini sektor tanaman pangan sudah menyerap pupuk subsidi sebesar 3,07 juta ton kemudian disusul dengan sektor perkebunan yang menyerap pupuk subsidi untuk kebutuhan pertanian sebesar 677,7 ribu ton. 


Tidak Terdaftarnya Petani di RDKK Menjadi Kendala Penyaluran Pupuk Bersubsidi

Sementara untuk sektor lain seperti sektor holtikultura, peternakan dan budidaya perikanan serapannya masih belum maksimal.

Namun menurutnya, berangkat dari langkah serapan pupuk saat ini bukan tidak mungkin pada tahun 2017 serapannya akan jauh lebih besar. Hal ini sangat dimungkinkan karena langkah pengembangan di sektor pertanian masih terus dilakukan oleh pemerintah meliputi banyak sektor.

“Intinya sat ini pemerintah sedang gencar membangun sektor pertanian, maka untuk mengimbangi hal tersebut pasti membutuhkan alokasi pupuk yang besar,” papar Muhrizal.

Untuk tahun 2016, kata Muhrizal, pemerintah khususnya Kementerian Pertanian mendapat alokasi pupuk subsidi sebesar 9,55 juta ton dengan rincian untuk pupuk urea sebanyak 4,1 juta ton, Sp-36 sebesar 850.000 ton, dan ZA sebanyak 1 juta ton.

Stok Pupuk Bersubsidi di Provinsi NTB Aman

Halaman: 
Penulis : Siprianus Jewarut, Riana