logo


Mentan Dilema dengan Adanya Pemotongan Anggaran Subsidi Pupuk

Pihak Banggar memangkas subsidi non energi untuk pupuk sebesar Rp 3,26 triliun dengan volume pupuk bersubsidi sebanyak 1 juta ton

24 Oktober 2016 15:32 WIB

Ilustrasi, pupuk bersubsidi.
Ilustrasi, pupuk bersubsidi. Istimewa

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Menteri Pertanian (Mentan), Amran Sulaiman, mengaku dilema dengan adanya pemotongan anggaran untuk subsidi pupuk. Pasalnya, pada saat ini pihaknya sangat gencar dalam membuka lahan pertanian baru, sementara di sisi lain dari pagu anggaran RAPBN 2017 ada rencana pemotongan anggaran untuk subsidi pupuk.

“Sebenarnya kami sedikit dilema dengan adanya pemotongan anggaran pupuk ini, karena di satu sisi kan sekarang kami sedang membuka lahan persawahan dan perkebunan baru, sementara tiba-tiba ada pemotongan anggaran,” ungkap Amran Sulaiman di Senayan Jakarta, Senin (24/10).

Lebih lanjut, Amran mengatakan bahwa pada saat ini pihaknya sedang gencar meningkatkan program perluasan lahan pertanian baik untuk persawahan maupun juga untuk tanaman pangan lainnya seperti jagung dan tebu.


Perluasan Lahan, Pupuk Indonesia Mengaku Siap Mendukung

Diketahui, sepanjang 2016 pemerintah melalui Kementerian Pertanian (Kementan) sudah membuka lahan persawahan baru seluas 200 ribu hektar. Perluasan lahan sawah baru ini guna menambah lahan sawah baku yang sudah ada saat ini yang luasnya lebih dari 9,2 juta hektar.

Dari total perluasan lahan persawahan tersebut, pasti akan berdampak pada besaran permintaan pupuk Tanah Air, namun pada kenyataannya anggaran pupuk nasional kembali dipotong dalam rangka menghemat anggaran.

Sekedar informasi, Badan Anggaran (Banggar) DPR RI pada saat ini hanya menyepakati subsidi pupuk di RAPBN 2017 sebesar Rp27,94 triliun untuk volume pupuk bersubsidi sebanyak 8,5 juta ton. Anggaran ini jauh menurun dari anggaran yang diajukan oleh pemerintah (Kementan) yang dituangkan dalam RAPBN 2017 sebesar Rp 31,2 triliun untuk volume pupuk bersubsidi sebanyak 9,55 juta ton.

Dari jumlah tersebut, pihak Banggar memangkas subsidi non energi untuk pupuk sebesar Rp 3,26 triliun dengan volume pupuk bersubsidi sebanyak 1 juta ton.

Tidak Terdaftarnya Petani di RDKK Menjadi Kendala Penyaluran Pupuk Bersubsidi

Halaman: 
Penulis : Siprianus Jewarut, Riana