logo


Dua Tahun Jokowi-JK, PDIP Nilai Wajar Kritikan Gerindra

Ara juga sempat menyinggung hubungan antara Jokowi dengan Prabowo dinilai buruk oleh beberapa orang pasca Pilpres

22 Oktober 2016 15:45 WIB

Politisi PDI Perjuangan Maruarar Sirait.
Politisi PDI Perjuangan Maruarar Sirait. MI/Mohamad Irfan

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Politisi PDI Perjuangan (PDIP), Maruarar Sirait, menilai wajar apabila Partai Gerindra sebagai oposisi sering mengkritik pemerintahan Joko Widodo (Jokowi) dan Jusuf Kalla (JK) yang telah memasuki periode kedua. 

"Wajar, kita terima kritikan dari Gerindra, lebih keras dari itu juga kita terima, yang penting berdasarkan data," ujar Ara, panggilan akrabnya, saat menjadi pembicara diskusi publik 'Kerja-Citra-Drama' di Warung Daun, Cikini, Jakarta, Sabtu (22/10).

Dalam hal ini, Ara justru mengkhawatirkan ketidakpuasan masyarakat terhadap pemerintahan Presiden Joko Widodo akan berlari ke Partai Gerindra yang merupakan partai oposisi.


2 Tahun Pemerintahan Jokowi-JK, Politisi Gerindra Kritisi Pola Kerja KKP

"Tentu ini berdasarkan pengalaman PDIP. Jangan sampai tidak puasnya ke Gerindra, puasnya ke PDIP. Sayang juga, ini perlu dilihat dalam misi ke depan. Saya tahu bener PDIP kan dulu ditawarkan gabung ke pemerintahan SBY, PDIP tidak mau. Kita konsisten makanya PDIP terkenal dengan istilah menangis tertawa bersama rakyat," tuturnya.

Ara juga sempat menyinggung hubungan antara Jokowi dengan Prabowo dinilai buruk oleh beberapa orang pasca Pilpres. Namun, Ara meyakinkan hubungan antara mereka sekarang sudah baik dan saling menghormati.

"Hubungan Presiden dengan Pak Prabowo sangat saling menghormati. Saya pikir ini tradisi yang bagus, saya yakin 2019 jika mereka masih bersaing ya tidak masalah," tutupnya.

Kritik Jokowi, Fahri Hamzah: Pak Jokowi Masih Bekerja dengan Perspektif Kota

Halaman: 
Penulis : Khairul Anwar, Riana