logo


Presiden Jokowi Bersyukur Tarbiyah dan Perti Telah Bersatu

Dalam acara itu ditandatangani pula deklarasi islah atara dua ormas tersebut

22 Oktober 2016 09:30 WIB

Presiden Jokowi menghadiri acara Munas dan Muktamar Tarbiyah-Perti 2016 di di Hotel Menara Peninsula, Jakarta, Jumat (21/10) malam.
Presiden Jokowi menghadiri acara Munas dan Muktamar Tarbiyah-Perti 2016 di di Hotel Menara Peninsula, Jakarta, Jumat (21/10) malam. Ist

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Presiden Joko Widodo (Jokowi) turut menyampaikan rasa syukur atas bersatunya dua organisasi islam Tarbiyah dan Persatuan Tarbiyah Islamiah (Perti) setelah 50 tahun berpisah.

Rasa syukur tersebut diungkapkan Jokowi saat membuka Munas dan Muktamar Tarbiyah-Perti 2016 di Hotel Menara Peninsula, Jakarta, hari Jumat, tanggal 21 Oktober 2016 malam.

Dalam acara itu ditandatangani pula deklarasi islah antara kedua ormas Islam tersebut.


Zuhro : Hanya Islah Jalan Keluar dari Partai Berkonflik

“Pada malam hari ini kita telah saksikan bersama islah antara Tarbiyah dan Perti. Islah yang sejak lama telah dinanti oleh warga Tarbiyah Islamiah. Ini sudah hampir 50 tahun dan pada malam ini berakhir karena semua sudah tandatangan deklarasi,” ujar Jokowi dalam sambutannya.

Mulanya Presiden Jokowi ragu untuk menghadiri acara ini karena belum mengetahui Tarbiyah dan Perti telah bersatu. Namun, setelah diinformasikan oleh pihak panitia saat menyampaikan undangan ke Istana bahwa akan ada deklarasi islah bersama, Presiden memutuskan datang.

“Kalau mereka islah, saya senang dan saya hadir, tetapi kalau tandingan, saya gak hadir, karena kalau banyak undangan disampaikan ke saya, Pak ini pecah dua, pasti saya tidak hadir, karena apapun, kita ingin sebuah organisasi yang semakin baik bila semua bersatu,” ucap Jokowi.

Dalam acara yang bertema "Revolusi Mental untuk Mewujudkan Bangsa yang Bermartabat dan Berakhlak Mulia" tersebut, Presiden Jokowi juga menekankan pentingnya persatuan bangsa dalam menghadapi era persaingan sekarang ini.

"Sebagai bangsa, kita perlu bersatu karena dengan bersatu kita akan memenangi persaingan antar negara. Hanya dengan bersatu kita akan memiliki kekuatan yang maha dahsyat," tegas Presiden.

Lebih lanjut Presiden Jokowi menyampaikan, di era kompetisi sekarang ini, setiap negara berlomba-lomba untuk menguasai setiap sektor pembangunan, baik ekonomi, sumber daya alam, dan infrastruktur. Persatuan merupakan kunci bagi bangsa Indonesia untuk bisa bersaing.

"Kita hanya ingin mengingatkan bahwa kita perlu bekerja keras, perlu bersatu agar kita bisa mengejar ketertinggalan itu," ujar Presiden.

Khusus di bidang ekonomi, Presiden berharap agar Persatuan Tarbiyah Islamiyah nantinya dapat berkontribusi dalam pembangunan ekonomi syariah. Menurut Presiden, Indonesia sebagai negara muslim terbesar di dunia memiliki peluang besar untuk menguasai bisnis syariah. Saat ini perkembangan keuangan syariah Indonesia baru di angka lima persen.

"Apabila Perti telah bersatu, semua kegiatan yang berkaitan dengan ekonomi akan memberikan ruang yang luas sekali. Kita yakin bahwa negara ini akan menjadi negara yang disegani oleh negara-negara lain karena memiliki sebuah kekuatan ekonomi yang besar," ucap Presiden.

Dalam acara tersebut, Presiden Jokowi didampingi oleh Menteri Sekretaris Negara, Pratikno, dan Menteri Agama, Lukman Hakim Saifuddin.

 

Muladi : Islah Pilkada Adalah Pemicu Awal Perdamaian Golkar

Halaman: 
Penulis : Riana