logo


Tangerang Dominasi Penjualan Properti di Kuartal III

Jika dibandingkan dengan sebelah selatan dan timur, kota di bagian barat Jakarta tampaknya masih yang paling laris.

21 Oktober 2016 17:34 WIB

Seorang SPG mengamati maket perumahan yang dipamerkan dalam pameran Jakarta Property Week (JPW) 2016 di Kartika Expo Center, Balai Kartini Jakarta Selatan, Kamis (8/9).
Seorang SPG mengamati maket perumahan yang dipamerkan dalam pameran Jakarta Property Week (JPW) 2016 di Kartika Expo Center, Balai Kartini Jakarta Selatan, Kamis (8/9). Jitunews/Johdan A.A.P

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Bukan hal yang baru jika sekarang, mencari rumah di Jakarta merupakan hal yang sulit. Oleh sebab itu, pengembang pun mengincar area pinggiran yang menjadi kota penunjang Jakarta seperti Depok, Bogor, Tangerang, dan Bekasi.

Namun, jika dibandingkan dengan sebelah selatan dan timur, kota di bagian barat Jakarta tampaknya masih yang paling laris. Berdasarkan laporan dari Indonesia Property Watch (IPW), Tangerang mendominasi penjualan properti pada kuartal 3 dengan pencapaian 46,7 persen dari total penjualan unit yang terjadi di lingkup nasional.

"Penjualan di wilayah Tangerang merupakan yang paling mendominasi dengan persentase besar 46,7 persen dari keseluruhan tingkat penjualan yang berhasil diperoleh. Lalu diikuti Bogor dan Bekasi dengan masing-masing sebesar 19,3 persen dan 16,1 persen," tulis Direktur Eksekutif Indonesia Property Watch Ali Tranghanda pada laporannya yang diterima Jitunews.com, Jumat (21/10).


Waduh, Investor Properti Indonesia Kebanyakan Masih Lugu!

Masih dijelaskan Ali, pelonggaran LTV yang membuat biaya uang muka lebih ringan dan penawaran suku bunga rendah yang dilakukan oleh pihak perbankan membuat mereka yang tidak memiliki uang tunai dalam jumlah banyak tergiur.

Inilah yang kemudian membuat penjualan properti untuk kelas bawah dan menengah naik meski secara umum properti nasional masih mengalami penurunan nilai penjualan sebesar 13,3 persen jika dibandingkan dengan kuartal sebelumnya.

"Nilai penjualan di segmen kecil dan menengah masing-masing naik sebesar 22,1 persen dan 19,1 persen. Meskipun demikian, tekanan masih dirasakan di segmen atas yang terus mengalami tren penurunan sebesar 19,8 persen," ucapnya melanjutkan.

Hanya saja, naiknya pasar permintaan kelas bawah dan menengah, serta potensi pembangunan infrastruktur yang sedang dilaksanakan akan berdampak bagi kenaikan harga tanah dan rumah di daerah-daerah terkait.

"Pergerakan siklus pasar perumahan sudah mulai terlihat. Ini merupakan akibat dari pasar properti yang sudah berada di posisi paling dasar dan bersiap untuk bangkit lagi. Ditambah lagi dengan banyaknya potensi kebijakan yang pro pasar. Faktor pendorong terkuat ada di dana repatriasi yang akan berdampak luar biasa bagi perkembangan perumahan dan properti nasional," tutup Ali.

Kemenhub Inspeksi Bandara Komodo, Ada Apa?

Halaman: 
Penulis : Syukron Fadillah