logo


Pengusaha Kosmetik Asal Taiwan Mulai Gali Pasar Indonesia

"Memang datang ke sini untuk mencari distributor di Indonesia sekalian untuk melihat pasar di Indonesia"

21 Oktober 2016 13:54 WIB

Gelaran Taiwan Beauty Alliance, Jumat (21/10)
Gelaran Taiwan Beauty Alliance, Jumat (21/10) Dok. Jitunews/Christophorus Aji Saputro

JAKARTA, JITUNEWS.COM- Tingginya jumlah penduduk Indonesia yang mencapai lebih dari 250 juta jiwa, menjadikan nusantara sebagai market terbesar bagi para pengusaha kosmetik. Berdasarkan data Kementerian Perindustrian (Kemenperin) pada tahun 2012, industri kosmetik mampu menorehkan omzet hingga US$ 348 miliar.

Jumlah itu lebih besar sekitar US$ 12 miliar daripada tahun sebelumnya (2011). Bahkan, sejak saat itu, para produsen kosmetik tak lagi menyasar para konsumen perempuan, tetapi juga konsumen pria di segala lapisan. Alhasil, tak sedikit negara maju yang menjadikan Indonesia sebagai salah satu ladang peruntungan dalam bisnis kosmetik.

Selain negara besar seperti Jepang, Korea, dan Eropa, momen ini ternyata juga dimanfaatkan oleh pengusaha kosmetik asal Taiwan. Mereka berupaya ikut berkompetisi di sektor kosmetik tanah air.


Awas! Ini Risiko yang Mengancam Bila Sering Gonta-ganti Kosmetik

Ketua Asosiasi Pengusaha Kosmetik Taiwan (Taiwan Beauty Alliance), Steven Ko, mengaku bahwa dirinya bersama sejumlah pengusaha kosmetik Taiwan lainnya ingin berekspansi ke Indonesia. Dibantu oleh Taiwan External Trade Development Council (TAITRA), Direktur Eksekutif O'Right selaku perusahaan kosmetik ternama Taiwan dan delapan perusahaan kosmetik besar Taiwan, ingin memulai bisnis di Indonesia.

"Memang kami datang ke sini untuk mencari distributor di Indonesia sekalian untuk melihat pasar di Indonesia," ujar Steven, Jumat (21/10), di Jakarta.

Steven mengungkapkan, perkembangan bisnis Indonesia terutama bisnis online, memicu dirinya untuk mencari peruntungan di Indonesia. Ia juga melihat respon positif para distributor lokal di bidang manufaktur. Dan salah satu bukti hangatnya sambutan produk Taiwan di Indonesia.

Steven meyakini produk-produk kosmetik Taiwan dapat diterima dengan baik oleh para konsumen Indonesia. Berbekal kualitas produk yang mumpuni, ia optimis produknya bisa mendapat tempat di masyarakat. Hal ini sudah terbukti dengan tingginya minat masyarakat Singapura dan Malaysia terhadap produk-produk Taiwan.

Selain itu, lanjut Steven, saat ini tidak sedikit pengusaha kosmetik Taiwan sudah mengadakan kerja sama perdagangan dengan pengusaha Indonesia. Namun, ia belum bisa merinci jumlah distributor Indonesia yang bekerja sama dengan pengusaha Taiwan lantaran mereka menjadi pihak reseller.

"Ada sih beberapa perusahaan yang sudah masuk, tapi belum dalam partai besar. Kebanyakan mereka mengambil produk dari Taiwan atau Singapura," tutur Steven.

Karena itu, menurut Steven, beberapa pengusaha kosmetik asal Taiwan ingin menawarkan program kerja sama dengan pengusaha lokal. Ia tidak memungkiri para pengusaha kosmetik Taiwan akan berinvestasi jangka panjang dengan pengusaha Indonesia apabila respon masyarakat Indonesia positif terhadap produknya.

BPOM Apresiasi Niat Pengusaha Kosmetik Taiwan

Sementara itu, Badan Pengawas Obat dan Makanan Republik Indonesia (BPOM RI) mengapresiasi niat para pengusaha kosmetik Taiwan untuk menjajaki pasar Indonesia. Namun, BPOM RI meminta para pengusaha kosmetik Taiwan memenuhi ketentuan standar barang sebelum menjual barang mereka di Indonesia.

"Yang pasti kalau mau masuk ke pasar Indonesia, harus sesuai dengan ketentuan-ketentuannya," ujar Kepala Seksi Sertifikasi Obat Tradisional BPOM RI, Better Ridder, di Jakarta.

Better mengatakan, pengusaha lokal yang ingin menjadi importir produk Taiwan harus mendaftarkan diri sebagai pengusaha impor. Setelah itu, para importir harus mengurus dokumen izin edar barang-barang yang ingin dijual.

"Nah setelah dapat notifikasi, baru boleh mengimpor," kata Better.

Better kemudian menegaskan, proses pengurusan notifikasi tidaklah rumit. Para importir bisa mendapatkan surat keterangan dari BPOM dalam waktu 14 hari kerja apabila tidak ada kekurangan dokumen. Selain itu, BPOM juga akan memproses pengeluaran surat keterangan impor untuk setiap kali mengimpor dalam kurun waktu 1 hari kerja.

BPOM, tambah Better, siap membantu para pengusaha kosmetik Taiwan yang ingin menjual barang mereka di Indonesia. Ia juga menegaskan bahwa BPOM akan memperlakukan para pengusaha kosmetik Taiwan layaknya pengusaha negara lain meskipun Taiwan tidak mempunyai hubungan diplomatik dengan Indonesia.

Untuk diketahui, saat ini sudah ada sekitar 25 importir yang bekerja sama dengan pengusaha Taiwan dan telah berbisnis di Indonesia. "Kami pun siap jika mereka ingin berkonsultasi. Cuma ya itu tadi, sebelum benar-benar beredar di Indonesia, harus memenuhi ketentuan yang berlaku," tandas Better.

Punya Kulit Wajah Sensitif, Ini Cara Artis Millane Fernandez Memilih Kosmetik

Halaman: 
Penulis : Christophorus Aji Saputro
 
×
×