logo


Dua Tahun Mengejar Target Swasembada Pangan, Ini Kata Mentan

Pertama soal regulasi, kata Mentan, pihaknya sudah melakukan banyak pembenahan

21 Oktober 2016 10:54 WIB

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman.
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman. JITUNEWS/Latiko A.D

JAKARTA, JITUNEWS.COM -  Terkait program pemerintah untuk menjadikan Indonesia yang berdaulat pangan, Menteri Pertanian (Mentan), Amran Sulaiman, menjelaskan bahwa saat ini pihaknya sudah menjalankan apa yang diamanatkan oleh Presiden seperti tertuang dalam nawacita.

“Untuk menyukseskan swasembada pangan ini banyak hal yang sudah kami lakukan. Pertama, kami melakukan perubahan regulasi. Kedua,  kita sudah lakukan pengembangan infrastruktur. Ketiga, Kementan juga telah berupaya meningkatkan produksi. Dan keempat,  kita sudah melakukan gebrakan ekspor dan impor hasil pertanian,” kata Mentan di Jakarta, Jumat (21/10).

Pertama soal regulasi, kata Mentan, pihaknya sudah melakukan banyak pembenahan regulasi. Jika ada regulasi yang bisa menghambat pencapaian swasembada pangan, maka otomatis telah ia ubah.


Kementan Optimis, Aceh Mampu Capai Swasembada Pangan

"Misalnya regulasi sarana produksi, seperti benih, pupuk dan alsintan yang sebelumnya dilakukan dengan tender, sekarang kita lakukan dengan penunjukan langsung. Dengan penunjukan langsung ini prosesnya lebih cepat dan langsung digunakan oleh petani,” papar Mentan.

“Kalau dilakukan tender prosesnya lama, dan proses tender ini sudah berjalan cukup lama sudah hampir 70 tahun,” sambung Mentan.

Soal infrastruktur, kata Amran, Kementan telah merampungkan irigasi tersier untuk 3 juta ha. 

“Itu sudah kita lakukan dan sudah selesai pada satu tahun pertama. Pembenahan infrastruktur lainnya seperti penyediaan alsintan, jumlahnya sudah naik hingga 2.000 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Tujuan alsintan ini adalah agar mampu menekan biaya produksi. Misalnya, pengadaan mesin combine harvester yang sangat penting. Sebelumnya, kalau panen membutuhkan biaya yang cukup besar hingga Rp 2 juta per hektar, tetapi sekarang biaya panennya hanya Rp 1 juta per hektar, kita pangkas 50 persen. Swasembada pangan akan dapat tercapai kalau pertanian modern dengan mekanisasi,” ujarnya.

Terkait ekspor dan impor, sambung Amran, Presiden menargetkan untuk mengurangi impor sejumlah komoditas dengan peningkatan produksi. Hasilnya, klaim Amran, saat ini produksi padi mengalami kenaikan yang cukup signifikan. Produksi beras, kata Amran, pada Angka Ramalan II (ARAM II) sudah mencapai 79 juta ton, dengan stok 2 juta ton.

“Dengan peningkatan produksi tahun 2016, kita tidak melakukan impor beras. Untuk jagung, saat ini impornya sudah ditekan hingga 60 persen, dan bawang sudah tidak ada impor, bahkan sudah melakukan ekspor ke sejumlah negara,” tutur Mentan.

Lebih lanjut, Mentan menegaskan bahwa ini capaian-capaian yang diraih oleh Kementan dalam 2 tahun kepemimpinan Jokowi-JK. Ia pun optimis bahwa dalam 3 tahun yang masih tersisa, target swasembada pangan yang diprogramkan oleh pemerintah bisa terwujud.

Mentan Targetkan Borneo Swasembada Pangan di Tahun 2017

Halaman: 
Penulis : Siprianus Jewarut, Riana