logo


Sebanyak 10 Ribu Unit Rusun Tak Tercapai, Kata Ahok Ini Penyebabnya

Diakui Ahok akibat pembangunan rusun oleh kontraktor yang tidak maksimal menyebabkan kebocoran pada fisik bangunan.

20 Oktober 2016 16:31 WIB

Seorang anak bermain ayunan di Ruang Publik Terpadu Ramah Anak (RPTA) Rusunawa Pulogebang, Jakarta Timur, Jumat (26/2/2016).
Seorang anak bermain ayunan di Ruang Publik Terpadu Ramah Anak (RPTA) Rusunawa Pulogebang, Jakarta Timur, Jumat (26/2/2016). Jitunews/Rezaldy

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Target pembangunan Rumah Susun (Rusun) di DKI Jakarta sebanyak 10.000 unit dipastikan tidak akan tercapai.

Pernyataan ini ditegaskan Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), saat ditemui di kantornya, Kamis (20/10). Menurutnya, kondisi ini terpaksa dihadapi karena sejumlah kerja sama dengan beberapa kontraktor diputus sepihak oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta.

"Yang mau 10.000 ya gak tercapai. Kita potong. Gak papa. Biarin," ungkap Ahok.


Ambulans Kosong Mondar-mandir Disebut untuk Takuti Warga, Pemprov DKI Beri Penjelasan Ini

Kerja sama yang diputus secara sepihak ini diakui Ahok akibat pembangunan rusun oleh kontraktor yang tidak maksimal sehingga menyebabkan kebocoran pada fisik bangunan. Dengan demikian, dia memutuskan untuk menyerahkan pembangunan rusun yang semula dibangun oleh Kementerian Pekerjaan Umum (PU) untuk dilanjutkan oleh pihak swasta.

"Daripada kamu terusin tapi bocor tahun depan. Kalau kamu gak stop, saya dapat rusun jelek, mending saya stop. Saya suruh swasta aja kejar langsung. Swasta bisa 10 atau 11 bulan jadi," ujarnya.

Meski target 10.000 unit rusun dipastikan tidak akan tercapai, Ahok tetap optimis jumlah rusun yang terbangun tahun ini sanggup mencapai 3.000 unit.

"Gak tercapai (10.000 unit). Kita stop soalnya. Tapi tetap tercapai kok 2.000-3.000 unit," pungkasnya.

Kemlu Pastikan Surat Sumbangan ke Dubes Telah Ditarik Pemprov DKI, Ada Apa?

Halaman: 
Penulis : Citra Fitri Mardiana, Syukron Fadillah