logo


Debat Puncak Hillary vs Trump, Inspirasi untuk Pertaruhan Politik Masa Depan Indonesia

Suharno lalu membayangkan, kelak pada dua pemilihan Presiden Indonesia mendatang, yaitu pada tahun 2024 -- mungkin bisa hanya mengkerucut pada dua kekuatan politik saja yang bersaing memperebutkan kursi Presiden RI

20 Oktober 2016 15:28 WIB

Debat Trump melawan Hillary menginspirasi pertarungan peta politik masa depan Indonesia.
Debat Trump melawan Hillary menginspirasi pertarungan peta politik masa depan Indonesia. Istimewa

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Ratusan juta mata pemirsa televisi dan internet kini sedang tertuju pada siaran langsung debat terakhir Hillary Clinton vs Donald Trump dalam memperebutkan kursi Presiden AS. Acara debat ini tentu adalah panggung dunia -- yang bisa menginsparasi pertaruhan politik menjadi lebih efisien dan efektif jika hanya antar dua kubu yang paling dominan -- yang juga bisa terjadi di masa mendatang di berbagai negara dunia. 

”Jika penyelenggaraan pesta demokrasi berkiblat seperti yang terjadi di Amerika Serikat, maka pesta demokrasi Indonesia di masa mendatang pada akhirnya bisa saja mengkerucut hanya terjadi pada dua kekuatan politik saja. Perangkat demokrasi pemilihan presiden menjadi efisien secara biaya, itu salah satu keuntungannya bagi keuangan negara,” ujar Mayjen TNI (Purn) Suharno Prawiro, politisi dari Partai Republik, kepada Jitunews.com. 

Suharno lalu membayangkan, kelak pada dua pemilihan Presiden Indonesia mendatang, yaitu pada tahun 2024 -- mungkin bisa hanya mengkerucut pada dua kekuatan politik saja yang bersaing memperebutkan kursi Presiden RI. Partai-partai lainnya berkoalisi memilih sikap bergabung dengan salah satu kubu saja. Maka, rakyat Indonesia tidak menjadi dipusingkan oleh alternatif pilihan lain selain dua koalisi yang bersaing memperebutkan kursi Presiden RI. 


Tak Terima Uang dari Donald Trumph, Fadli Zon Cuma Dapat Topi

Lagi-lagi Suharno memaparkan visi politiknya ke depan untuk pesta demokrasi Indonesia, bahwa diumpamakan kelak di Indonesia peta politik kekuatan terbesar hanya mengkerucut pada Partai Demokrat dan Partai Republik -- seperti di AS. 

Andai kata prediksi ini terjadi, maka Partai Demokrat dengan tokoh sentralnya, Susilo Bambang Yidhoyono, kemungkinan besar akan mengusung Agus Harimurti Yudhoyono (38) sebagai Capres RI. Dan tentu Partai Republik di Indonesia juga tak mau kalah dengan menyiapkan capresnya dari kalangan tokoh muda, yaitu Hj.Annisa Permata Asri, Spt, Msc yang kini berusia 28 tahun sedang menempa masa penggojlokan politik oleh tokoh sentral Partai Republik, Suharno Prawiro.

Hj.Annisa Permata Asri dan Agus Harimurti Yudhoyono

Menariknya, kedua tokoh muda yang dipersiapkan untuk diusung menjadi Capres RI di Pilpres 2024 adalah sama-sama pernah menempuh pendidikan sekolah menengah atas yang militan di SMU Taruna Nusantara. Annisa berasal dari angkatan 14, sedangkan Agus Harimurti dari angkatan 4. Keduanya sama-sama memiliki bekal wawasan kebangsaan sejak usia remaja untuk kemudian menjadi negarawan. 

Trump Larang Pekerja Asing, Fadli Zon Bandingkan dengan Indonesia yang Datangkan TKA

Halaman: 
Penulis : Yusran Edo Fauzi