logo


Tommy Soeharto Tinggalkan Golkar, Benarkah?

Kabarnya, kepemimpinan Setya Novanto di partai beringin menjadi pemicu keluarnya Tommy.

18 Oktober 2016 17:21 WIB

Tommy Soeharto.
Tommy Soeharto. Istimewa

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Anggota Dewan Pembina Partai Golkar Tommy Soeharto akhirnya angkat kaki dari partai yang pernah dibesarkan Presiden kedua RI Soeharto. Pria bernama lengkap Hutomo Mandala Putra itu kini merapat ke Partai Berkarya dengan jabatan Ketua Majelis Tinggi Partai Berkarya.

Kabarnya, kepemimpinan Setya Novanto di partai beringin menjadi pemicu keluarnya Tommy. Bahkan sebelumnya, Ketua Bidang Energi Baru dan Terbarukan Dedy Arianto pun hengkang dari partai kuning itu.

Bergabungnya Tommy di Partai Berkarya ditegaskan langsung oleh Ketua Umum Partai Berkarya Neneng A Tutty. Neneng pun ikut membenarkan bahwa Tommy kini menjabat Ketua Majelis Tinggi Partai Berkarya.


Pengamat: AHY Jangan Harap jadi Presiden, Memimpin Partai Saja Amburadul

Walaupun begitu, Tommy belum secara resmi mengundurkan diri dari anggota Dewan Pembina Partai Golkar.

Sebenarnya, sambung Neneng, otomatis putra mantan Presiden Soeharto itu sudah tidak lagi menjadi kader Golkar.

"Nanti akan kita umumkan secara resmi. Tapi secara otomatis dia sudah keluar dari Golkar karena menjabat sebagai Ketua Majelis Tinggi Partai Berkarya," terangnya kepada wartawan di gedung Granadi, Jalan H R Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan, Senin (17/10).

Ketua DPD Golkar DKI Jakarta, Fayakhun Andriadi tidak mempermasalahkan Tommy Soeharto ‎pindah ke partai lain.

"Itu kan hak pribadinya Pak Tommy, kita gak boleh mencampuri hak pribadi, suka-suka," kata Fayakhun.

Fayakhun menyatakan, perpindahan Tommy ke Partai Berkarya tidak akan mempengaruhi Partai Golkar.‎ Sebab, Golkar sudah punya banyak pengalaman dalam menghadapi konflik internal maupun kader pindah ke partai lain. Bahkan, mendirikan partai baru, Golkar akan tetap eksis.

"Golkar itu sudah berapa kali melahirkan anak yakni PKPI, NasDem, Hanura, Gerindra. Gak apa-apa juga kan. Kalau gak nomor satu ya nomor dua," ujarnya.

Mulai Ditinggalkan Kadernya, Kepemimpinan AHY Dinilai Tidak Demokratis

Halaman: 
Penulis : Syukron Fadillah