logo


Partai Berkarya Gagasan Tommy Lolos Pengesahan Kemenkumham

SK Menteri Hukum dan HAM itu tentang pengesahan Partai Berkarya beserta susunan pengurus DPP Partai Berkarya periode 2016-2021.

18 Oktober 2016 17:21 WIB

istimewa

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Setelah Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Kementerian Hukum dan HAM (Kemnkumham) memberikan pengesahannya atas berdirinya Partai Berkarya yang digagas putra mantan penguasa Orde Baru Soehato, yakni Hutomo mandala Putra (Tommy Soeharto).

Diketahui, sejak Golkar dipimpin Soeharto dan setelahya adalah kader dari Partai Golongan karya. Begitu memasuki era roformasi, tak sedikit kader terbaik 'Beringin' mendirikan partai politik baru. Sebut saja Wiranto yang mendirikan Hanura, Prabowo yang membentuk Gerindra, Sutiyoso dengan Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI), dan Surya Paloh yang memilih untuk membesarkan Partai Nasional demokrat (NasDem).

Era reformasi pulalah yang membuat 'clan Cendana' menghilang secara formal dalam panggung politik tanah air.


Pansus Papua DPD Terima Rombongan Partai Lokal dan Asosiasi Bupati Papua, Ini yang Dibahas

"Pada Senin 17 Oktober 2016 hari ini Partai Berkarya sudah berbadan hukum dan sah sebagai partai politik sesuai SK Menkumham Nomor: M.HH-20.AH.11.01 tahun 2016," ujar Sekretaris Jenderal DPP Partai Berkarya Badaruddin Andi Picunang, di Jakarta, Senin petang.

SK Menteri Hukum dan HAM itu tentang pengesahan Partai Berkarya beserta susunan pengurus DPP Partai Berkarya periode 2016-2021.

"SK pengakuan Partai Berkarya sudah ditandatangani Menteri Hukum dan HAM sejak 13 Oktober 2016," ujar Picunang.

Picunang kemudian menjelaskan, Partai Berkarya ialah peleburan dari Partai Nasional Republik dan Partai Beringin Karya. Partai politik terakhir ini juga sebetulnya turut dibidani Tommy Soeharto, yang di dalam struktur organisasinya menjadi ketua Dewan Pembina.

Menariknya, selain nama Tommy Soeharto, Partai Berkarya juga diisi oleh mantan Menkopolhukam seklaigus mantan politisi Partai NasDem Tedjo Edhy Purdijatno yang dipercaya menduduki posisi Ketua Dewan Pertimbangan Partai Berkarya.

Partai Berkarya dipimpin Ketua Umum DPP Partai Berkarya, Neneng A Tutty, Wakil Ketua Umum DPP Partai Berkarya, Yockie Hutagalung, dan Sekretaris Jenderal DPP Partai Berkarya, Badaruddin Picunang.

Purdijatno mengatakan, dengan disahkannya badan hukum Partai Berkarya oleh Kementerian Hukum dan HAM, maka mereka siap bekerja dan berjuang memenuhi persyaratan verifikasi Komisi Pemilihan Umum guna bisa mengikuti Pemilu 2019.

"Kami akan segera bekerja untuk memenuhi persyaratan verifikasi KPU di mana kami harus menyiapkan ini semua," ujar dia.

Dia mengatakan, Partai Berkarya akan segera menggelar munas selambatnya akhir 2016 guna melihat kembali anggaran dasar dan anggaran rumah tangga partai.

Secara terpisah Wakil Ketua Umum DPP Partai Berkarya, Yockie Hutagalung, mengatakan, ada harapan dari para pengurus agar Tommy Soeharto dipilih menjadi ketua umum DPP Partai Berkarya.

"Karena partai ini butuh seorang komandan. Tentu ada harapan agar beliau menjadi ketua umum Partai Berkarya," jelas Hutagalung.

Undang Gubernur DKI Jakarta di Kongres, Johnny Plate Sebut Anies Sebagai Eksponen Partai NasDem

Halaman: 
Penulis : Syukron Fadillah