logo


Mencetak Character Building di SMA Terpadu Krida Nusantara

SMA Terpadu Krida Nusantara di Bandung adalah tempat yang cocok mencetak murid berkarakter.

18 Oktober 2016 12:00 WIB

Siswa SMAT Krida Nusantara.
Siswa SMAT Krida Nusantara. Istimewa

BANDUNG, JITUNEWS.COM - Sekolah swasta favorit di Indonesia kian menjamur -- di mana masing-masing menonjolkan kurikulum tersendiri yang khas, disertai fasilitas modern, juga cara mendidik yang bisa memenuhi ekspektasi orangtua murid.

Biasanya orangtua berharap anaknya masuk sekolah favorit agar terbentuk character building yang tangguh untuk melanjutkan ke jenjang pendidikan berikutnya.

Minimal siswa/siswi bisa dicetak berkepribadian mandiri dan selalu haus tantangan untuk menapaki kemajuan. Ini lah yang diterapkan di SMA Terpadu Krida Nusantara, di Kota Bandung.


Museum Nasional Indonesia Resmikan Sekolah Tari Gratis

Meskipun SMA Terpadu Krida Nusantara Bandung merupakan sekolah umum, namun metode didikannya menerapkan sistem pesantren -- di mana siswa/siswi harus tinggal di asrama.

Lebih menarik lagi, cara pembentukan karakter kemandirian siswa/siswi melalui sistem karantina selama tiga bulan pertama bagi siswa/siswi baru. Di mana selama dikarantina dilarang berhubungan dengan keluarga untuk melatih kemandirian siswa/siswi sejak awal.

Pendidikan Berbasis IT

Pendidikan di SMA Terpadu Krida Nusantara berbasis teknologi informasi. Siswa-siswi bisa mengunduh materi pelajaran e-learning di situs Krida Nusantara.

Siswa juga tidak akan bosan duduk di kelas, karena sekolah ini menerapkan moving class di mana siswa/siswi berpindah ruangan sesuai dengan mata pelajaran.

Sebagai sekolah favorit di Kota Bandung tentunya juga mendapat sorotan positif dari pihak luar, di antaranya memperoleh Anugerah Hukum dari Kementerian Hukum dan HAM, karena dinilai berhasil mensosialisasikan hukum Indonesia kepada siswa/siswi. Selain itu, sekolah yang diresmikan pada tahun 1996 -- yang berada di Lembah Bukit Manglayang, Cibiru, Bandung ini juga mendapat gelar ”Sekolah Peduli Lingkungan” dari Gubernur Jawa Barat.

”Sekolah ini juga mendapat julukan sebagai sekolah hutan, berada di lahan seluas 14 hektar, siswa/siswinya berkomitmen pada pelestarian hutan. Sampai-sampai siswa/siswi dari angkatan pertama hingga angkatan 20 mampu melestarikan koleksi 230 jenis tanaman langka,” jelas Ary, salah seorang pengurus SMA Terpadu Krida Nusantara, kepada Jitunews.com.

 

Indonesia-Denmark Jalin Kerja Sama Pengembangan Sekolah Vokasi

Halaman: 
Penulis : Yusran Edo Fauzi