logo


Gabah Petani Dibeli dengan Harga Tak Sesuai, Mentan 'Semprot' Bulog

Bulog tidak tanggap terhadap penurunan harga di tingkat petani

17 Oktober 2016 18:27 WIB

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman.
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman. JITUNEWS/Latiko A.D

PANDEGLANG, JITUNEWS.COM- Menteri Pertanian mendapati ada pembelian gabah di bawah harga pembelian pemerintah (HPP) dan Bulog tidak tanggap terhadap penurunan harga di tingkat petani.

Hal ini terungkap ketika Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, melakukan dialog dengan petani pada acara gerakan tanam padi serentak musim tanam Oktober 2016 hingga Maret 2017 di Desa Sukadame, Kecamatan Pagelaran, Kabupaten Pandeglang, Provinsi Banten.

Menteri kaget seketika dan langsung memanggil Subdivre Bulog wilayah Pandeglang yang hadir pada saat itu. "Kalau bapak ada di bawah saya, saya pastikan anda saya copot," tegas Amran, dalam keterangan tertulisnya, Senin (17/10).


Menteri Koperasi dan UKM Minta Petani Garut Berkoperasi dan Produksi Komoditas Unggulan

Amran pun kembali mengingatkan petani bahwa harga gabah kering panen harus diserap Bulog dengan harga Rp 3.700/kg. Apabila harga berada di bawah HPP, maka Bulog wajib menyerapnya. Ia kemudian meminta Bupati Pandeglang untuk menyurati Bulog agar segera menindaklanjutinya.

Pada kesempatan itu, Amran menekankan, produksi padi menurut ARAM II BPS sudah menembus 79 juta ton. "Kunci keberhasilan kita adalah kerja keras untuk mengelola Sumber Daya Alam yang melimpah," tegas Amran.

Banten, sambung Amran, mempunyai potensi besar untuk menopang kebutuhan pangan di DKI. Karena itu, sekali lagi Amran menekankan kerja keras adalah kunci keberhasilan Banten.

"Hasil kerja keras kita saat ini tidak impor padi, bawang, cabai, serta keberhasilan menekan impor jagung hingga 60 persen dalam tahun ini perlu kita appresiasi," tukas Amran.

Lelang Beras Tak Layak Konsumsi, Bulog Terima Rp 23,8 Miliar

Halaman: 
Penulis : Christophorus Aji Saputro
 
×
×