logo


Hadir dalam Demo Penodaan Agama, PAN: Orasi Amien Rais Tidak Salah

Amien diduga melontarkan ucapan bahwa Presiden Joko Widodo sengaja melindungi Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama.

17 Oktober 2016 10:33 WIB

Anggota Komisi IX DPR RI, Saleh Partaonan Daulay.
Anggota Komisi IX DPR RI, Saleh Partaonan Daulay. dok. dpr.go.id

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Orasi Amien Rais dalam demo dugaan terjadi penodaan agama oleh Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) rupanya berbuntut pada potensi terjadinya pelanggaran hukum.

Dalam aksi unjuk rasa tersebut, Amien diduga melontarkan ucapan bahwa Presiden Joko Widodo sengaja melindungi Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok). Atas hal itu, kabarnya Kapolri Tito Karnavian menugaskan Badan Reserse Kriminal Mabes Polri untuk memeriksa Amien terkait tudingannya tersebut.

Namun demikian, politisi Partai Amanat Nasional (PAN) Saleh Partaonan Daulay mengatakan, tak ada yang salah atas ucapan yang disampaikan Amien Rais saat berorasi pada aksi unjuk rasa sejumlah organisasi kemasyarakatan Islam tentang dugaan penodaan agama.


Putranya Dilaporkan ke Polisi, Bagaimana Reaksi Ahok?

"Beliau hanya menyampaikan imbauan moral agar kepolisian mengusut tuntas dugaan penodaan agama sebagaimana dituntut oleh massa pengunjuk rasa," kata Saleh kepada media, Senin (17/10).

Saleh menerangkan bahwa permintaan agar aparat penegak hukum bisa mengsusut tuntas dugaan penodaan agama tidak hanya disampaikan oleh Amien Rais, tetapi seluruh pengunjuk rasa. Bahkan, sudah banyak elemen masyarakat dan organisasi kemasyarakatan Islam yang menyuarakan hal sama sebelumnya akhirnya terjadi unjuk rasa di Jakarta pada Jumat (14/10).

Wakil Sekretaris Jenderal DPP PAN itu meminta polisi segera menangkap penyebar berita bohong tentang arahan Kepala Polri Jenderal Polisi Tito Karnavian untuk memeriksa Amien Rais terkait dengan orasinya pada unjuk rasa tersebut.

"Polri tentu memahami penyampaian aspirasi yang dilakukan masyarakat dijamin oleh undang-undang. Selama dilakukan secara tertib, damai dan tidak anarkistis, unjuk rasa tentu diperbolehkan," tutur wakil ketua Komisi IX DPR itu.

Tito telah membantah berita tersebut dan menyatakan berita bohong tersebut merupakan upaya untuk menyudutkannya.

Amien Rais: Sengketa Tanah Rocky Gerung vs Sentul City Merupakan Kasus Gunung Es

Halaman: 
Penulis : Syukron Fadillah