logo


Jadi Menu Mahal Dunia, Ayam Kampung Berpotensi Ekspor

"Di restoran papan atas di Amerika Serikat dan Eropa, sajian ayam kedu masuk dalam daftar makanan termahal di dunia"

13 Oktober 2016 10:53 WIB

Peternak memberi pakan untuk ayam-ayam ternaknya.
Peternak memberi pakan untuk ayam-ayam ternaknya. Istimewa

SOLO, JITUNEWS.COM- Tak hanya sekadar menjadi peliharaan sampingan rumah tangga, Ayam Kampung ternyata berpeluang menjadi komoditi ekspor andalan Indonesia di dalam menghadapi MEA. Bagaimana tidak? Di Amerika Serikat, sajian ayam kedu yang berbahan dasar daging jenis ayam kampung ini menjadi salah satu menu makanan paling mahal di dunia.

"Di restoran papan atas di Amerika Serikat dan Eropa, sajian ayam kedu masuk dalam daftar makanan termahal di dunia. Sajian daging ayam cemani mencapai 2.500 dollar AS per porsi," ujar Ketua Umum Perhimpunan Unggas Lokal Indonesia (Himpuli), Ade M Zulkarnaen, Rabu (12/10), saat menjadi pembicara, di Fakultas Pertanian Universitas Sebelas Maret, Solo, Jawa Tengah.

Menurut Ade, usaha peternakan ayam kampung kini semakin bergairah. Kesempatan pasar ayam kampung yang menyasar masyarakat menengah atas terbuka lebar. "Pasar ayam kampung terbuka lebar seiring meningkatnya kelas menengah ke atas dan tumbuhnya kesadaran pola konsumsi sehat," ungkapnya.


Kementan: Tak Ada lagi Impor Benih Jagung

Bahkan sambung Ade, pelaku usaha budidaya ayam kampung kini mulai bermunculan di daerah-daerah yang selama ini kurang memperhatikan ayam kampung. Seperti di Kepulauan Riau, Bangka Belitung, Kalimantan Timur, Gorontalo, Sulawesi Utara, Sulawesi Tengah, dan Papua.

Sejak 2008 hingga 2015, muncul sekitar 22.000 peternak ayam kampung mandiri. Meski begitu, saat ini ayam kampung sebagian besar masih dibudidayakan oleh rumah tangga, bukan oleh peternakan besar skala industri. Padahal potensinya sungguh luar biasa.

"Jawa Tengah memiliki sumber daya genetik ayam asli, yaitu jenis kedu. Ada kedu hitam, kedu putih, kedu blorok, kedu merah, dan cemani, serta jenis delona dan sedayu. Ini potensi yang harus dikelola secara maksimal," tukas Ade.

Periode Maret 2018: Harga Menguat, BK CPO Nol, BK Kakao 5%

Halaman: 
Penulis : Christophorus Aji Saputro