logo


Warna-warni Cabai Pelangi IPB, Pedasnya Gila!

Cabai hias ini memiliki tingkat kepedasan sekitar 1.000 ppm, jauh berbeda dengan cabai pada umumnya yang hanya 200 ppm

13 Oktober 2016 10:10 WIB

Prof.Dr. Muhamad Syukur Saat mengenalkan varietas cabe hias Pelangi hasil  temuannya di kampus IPB.
Prof.Dr. Muhamad Syukur Saat mengenalkan varietas cabe hias Pelangi hasil temuannya di kampus IPB. bisnisjakarta.co.id

BOGOR, JITUNEWS.COM – Selama ini cabai dikenal sebagai bumbu dapur dengan cita rasa pedasnya yang menggeliat di lidah. Namun tahukah Anda, ada jenis cabai yang malah dijadikan sebagai tanaman hias? Yup, dialah adalah cabai pelangi.

Penemu cabai unik ini adalah Guru besar Institut Pertanian Bogor (IPB), Prof Muhammad Syukur. Dikatakan pria yang akrab disapa Syukur ini, selain memiliki degradasi warna berbeda yang cocok untuk menjadi tanaman hias, cabai pelangi juga memiliki tingkat kepedasan di atas cabai pada umumnya.

"Cabai ini bagus untuk dikonsumsi, juga bisa jadi hiasan di rumah. Ini hasil kawin silang genetika," kata Syukur dikutip dari okezone.


Numero Uno! Cabai Hibrida CH3, Klik Yaa...

Diakui Sykur, varietas cabai ini merupakan Bagian Genetika dan Pemuliaan Tanaman Departemen Agronomi IPB sejak 2003. Dari penelitian tersebut telah dilepas dan didaftarkan di Kementerian Pertanian sebanyak 23 varietas cabai besar, cabai semi keriting, cabai keriting dan cabai hias serta tomat.

"Untuk cabai hias ini ada enam varietas yaitu, cabai Syakira, cabai Lembayung, cabai Jelita, cabai Namira, cabai Ayesa dan cabai Ungara. Masing-masing cabai memiliki ciri berbeda tapi satu spesies yakni Capsicum Annuum yang umum dikonsumsi di Indonesia," jelas Syukur.

Untuk cabai Syakira, kata Syukur, memiliki ciri- ciri dengan buah awal berwarna kuning kemudian hijau dan terakhir berwarna merah. Cabai Jelita, pohonnya lebih rimbun dan pendek dan memiliki degradasi yang sama dengan cabai Syakira.

Sementara cabai Namira dapat dilihat dari buahnya yang menumpuk pada batang berbeda dengan cabai lainnya. Cabai Ayesa memiliki buah yang cenderung bulat dan berwarna ungu. Sedangkan cabai Lembayung dan cabai Ungara memiliki ciri cabai sedikit membulat dan berwarna ungu pekat.

"Untuk varietas cabai hias ini memiliki tingkat kepedasan sekitar 1.000 ppm. Jauh berbeda dengan cabai pada umumnya yang hanya 200 ppm. Kalau yang paling pedas ini cabai Ungara, bisa sampai 1.600 ppm," papar Syukur.

Untuk perawatannya sendiri, cabai ini tidak sesulit sama seperti cabai biasa. Tanaman ini mampu ditanam pada suhu ruangan berbeda dengan cabai lain yang harus ditanam di ruangan terbuka melalui media tanam pot dan tidak memerlukan sinar matahari langsung.

"Jelas varietas ini lebih mudah, menanamnya bisa menggunakan media tanam, kemudian menggunakan AB mix lalu disiramkan 2 kali dalam seminggu. Ini langsung bisa panen antara tiga hingga enam bulan," ungkap Syukur.

Saat ini, cabai tersebut sudah dipasarkan di seluruh Indonesia namun hanya berbasis online dan toko pertanian saja. Ke depannya, Syukur mengaku akan terus melakukan temuan varietas baru terutama sayuran yang diharapkan mendukung ketahanan pangan keluarga.

"Saya akan terus coba kembangan varietas sayuran baru diharapkan mampu menjadi ketahanan pangan keluarga dan membantu para petani berinovasi dan kita dapat berbagi pengetahuan tentang tanaman sayuran ini kepada para petani," tutup Syukur.

Mau Untung Dari Cabai Organik Dalam Polybag, Cek Disini

Halaman: 
Penulis : Riana