logo


BPJSTK Gandeng UGM Tingkatkan Kompetensi SDM

Agus Susanto usai menandatangani nota kesepahaman kerja sama dengan Rektor UGM Prof Ir Dwikorita Karnawati.

12 Oktober 2016 21:09 WIB

Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan, Agus Susanto.
Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan, Agus Susanto. istimewa

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Pengambilan kebijakan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Ketenagakerjaan (BPJSTK) perlu memiliki landasan ilmiah atau dilandasi oleh hasil penelitian. Untuk itu, lembaga jaminan sosial tersebut mengadakan kerja sama dengan Universitas Gajah Mada (UGM).

Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan, Agus Susanto usai menandatangani nota kesepahaman kerja sama dengan Rektor UGM Prof Ir Dwikorita Karnawati, di Jakarta, kemarin mengemukakan, kerja sama itu terkait tiga hal yakni penelitian, pendidikan, serta pengabdian masyarakat.

Dijelaskannya, kerja sama dalam bidang penelitian dilakukan BPJSTK dengan UGM untuk melakukan riset bersama. Hal ini dilakukan guna lebih meningkatkan operasional dan layanannya.

"Kerja sama ini juga guna bersama-sama mencari solusi, untuk perkembangan Jaminan Sosial, khususnya Ketenagakerjaan ke depan," tuturnya.

Selanjutnya, ujar dia, dalam bidang pendidikan dilakukan dengan meningkatkan kompetensi Sumber Daya Manusia (SDM) BPJSTK melalui program Double Degree UGM-Melbourne University. Program difokuskan pada studi Social, Policy and Administration dan Continuity Development, serta melalui kegiatan Training, Short Course atau pun Workshop.

Sementara dalam hal Pengabdian Masyarakat, kerja sama yang dilakukan terkait dengan sosialisasi program dan perlindungan BPJS Ketenagakerjaan bagi mahasiswa UGM, selama masa program Kuliah Kerja Nyata (KKN). Dengan pembekalan materi program dan perlindungan BPJSTK, para mahasiswa program KKN UGM dapat menyampaikan informasi.

"Tentunya, terkait jaminan sosial ketenagakerjaan di lingkungan tempat mereka melaksanakan program KKN," jelas Agus.

Mahasiswa yang nantinya juga merupakan calon pekerja, ujarnya, sangat perlu untuk diberikan bekal pemahaman mengenai jaminan sosial.

"Agar ke depan mereka mengetahui arti penting dan hak mereka dalam perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan," paparnya.

Di sisi lain, para mahasiswa pelaku KKN dapat menjadi Ambassador BPJSTK. Agar masyarakat di sekitar lokasi KKN mendapatkan informasi akan pentingnya program perlindungan yang diberikan BPJSTK.

“Dengan melakukan kerjasama dalam beberapa hal tersebut, perlindungan BPJSTK kepada masyarakat pekerja akan lebih optimal serta akan berpengaruh dalam pengambilan keputusan dan pelaksanaannya di lapangan," pungkas Agus. (budi seno)

Korea Selatan Belajar Tentang Kapal Perikanan dari STP Jakarta

Halaman: 
Penulis : Syukron Fadillah, Yusran Edo Fauzi