logo


Ketat, Produksi Kedelai Sulit Capai Target

Penyebab sulitnya kedelai mencapai target produksi adalah karena persaingan kompetisi lahan kedelai

18 November 2014 00:56 WIB

ISTIMEWA
ISTIMEWA

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Harga kedelai yang bersaing ketat, membuat produksi kedelai diperkirakan akan sulit menembus 2,23 juta ton pada 2015. Kementerian Pertanian hanya memasang target produksi kedelai 1,2 juta ton.

Plt. Dirjen Tanaman Pangan Haryono mengatakan, penyebab sulitnya kedelai mencapai target produksi  adalah karena persaingan kompetisi lahan kedelai dengan komoditas pangan lainnya, seperti padi dan jagung.

“Selain karena persoalan lahan, kedelai juga terpengaruh karena harga jualnya," katanya Senin, (17/11) di Jakarta.


Mantap! Panen Jagung di Gunungkidul Berjalan Sukses

Tahun ini, produksi kedelai tidak dapat memenuhi target pemerintah di angka 1 juta ton, setelah BPS memperkirakan produksi kedelai hanya 921.340 ton biji kering pada ARAM II.

Menurut Haryono, harga kedelai yang selalu jatuh membuat petani kedelai enggan untuk menanam kedelai. Mereka lebih memilih menanam padi atau jagung yang lebih menguntungkan.

“Apalagi impor kedelai juga sangat tinggi sehingga harganya semakin murah. Kalau harganya tidak 3 kali lipat dari jagung, petani jadi malas menanam,” katanya.

Direktur Budidaya Aneka Kacang dan Umbi Ditjen Tanaman Pangan Maman Suherman untuk menggenjot produksi kedelai Kementan akan melakukan penambahan areal tanam secara bertahap. Direncanakan tahun 2015, penambahan areal tanam sebanyak 380.000 hektar, 2016 menambah 500.000 hektar, dan 2017 menambah areal tanam sebanyak 500.000 hektar.

“Secara bertahap pula produksi kedelai juga meningkat. Tahun pertama diharapkan terjadi peningkatan antara 1,3 – 1,5 juta ton, tahun kedua 1,8 juta ton dan tahun ketiga 2,2 juta ton,” jelasnya.

Selain itu, Kementan juga akan melakukan rehabilitasi saluran irigasi 1 juta yang dimulai tahun depan.

 

Biar Harga Jagung Tetap Stabil, Begini Imbauan Kementan

Halaman: 
Penulis : Ali Hamid