logo


Upaya Luas Tambah Tanam Diklaim Ampuh Dongkrak Produksi Pangan RI

Untuk penambahan LTT, Kementerian Pertanian (Kementan) mengklaim, sudah ada peningkatan yang cukup signifikan. Peningkatannya dua kali lipat dari tahun sebelumnya

6 Oktober 2016 13:37 WIB

Ilustrasi petani.
Ilustrasi petani. JITUNEWS/Latiko A.D

JAKARTA, JITUNEWS.COM- Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman mengatakan, langkah strategis pemerintah untuk meningkatkan produktivitas adalah dengan upaya peningkatan luas tambah tanam (LTT). Upaya ini ternyata mampu mendongkrak produktivitas sektor pertanian tanah air.

Untuk penambahan LTT, Kementerian Pertanian (Kementan) mengklaim, sudah ada peningkatan yang cukup signifikan. Peningkatannya dua kali lipat dari tahun sebelumnya.

“Luas tambah tanam sudah kita lakukan, dua kali lipat dengan tahun lalu. Dan ini sangat mendongkrak produktivitas hasil pertanian di tanah air,” ujar Amran, Kamis (6/10), di Jakarta.


Kementan: Tak Ada lagi Impor Benih Jagung

Lebih lanjut, Amran menjelaskan bahwa sampai dengan saat ini stok beras di Badan Urusan Logistik (Bulog) sudah mencapai 2 juta ton. Menurutnya, stok tersebut akan mampu menyuplai kebutuhan konsumsi dalam negeri hingga tujuh bulan ke depan. “Sampai bulan Mei stok kita masih aman, apalagi langkah serapan masih terus dilakukan oleh pihak Bulog,” ucapnya.

Untuk bisa swasembada beras, sambung Amran, berdasarkan hitung-hitungan konsumsi masyarakat, produksi beras nasional harus bisa mencapai 10 juta ton tiap tahunnya. Bila itu tercapai maka Indonesia bisa dikatakan surplus beras.

Amran pun menyatakan optimis bahwa target swasembada pangan ini pasti akan tercapai. Keyakinannya itu berangkat dari adanya peningkatan produksi beras secara nasional yang terus mengalami kenaikan produksi yang cukup signifikan.

“Kami terus melakukan pemantauan beras yang masuk di gudang-gudang Bulog, rata-rata dalam satu hari mencapai 11 ribu ton dan bahkan kemarin mencapai 12,9 ribu ton. Kalau rata-rata saja 10 ribu ton dalam satu hari, maka dalam satu bulan kita sudah bisa menampung beras 300 ribu ton. Sementara besaran konsumsi kita dalam satu bulan hanya mencapai 253 ribu ton,” tukas Amran yakin.

Periode Maret 2018: Harga Menguat, BK CPO Nol, BK Kakao 5%

Halaman: 
Penulis : Siprianus Jewarut, Christophorus Aji Saputro
 
×
×