logo


Amran Persilakan KPK dan Polisi Sadap Kementeriannya

"Kita rela untuk disadap dan dikawal oleh KPK dan Kepolisian"

6 Oktober 2016 13:14 WIB

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman.
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman. setkab.go.id

JAKARTA, JITUNEWS.COM- Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman mengatakan, dirinya rela disadap oleh pihak yang berwajib dalam hal ini KPK atau Kepolisian, guna mencari tahu langkah dan gebrakan yang dilakukan di institusi yang dipimpinnya.

“Kita rela untuk disadap dan dikawal oleh KPK dan Kepolisian. Saat kami meminta KPK dan Kepolisian hadir di Kementan, ketua KPK bertanya kenapa meminta KPK untuk mengawal program di Kementan? Saya katakan, dari pada bermasalah setelah menjabat lebih baik dikawal dan apabila ada yang menyimpang langsung diselesaikan,” tegas Amran, Kamis (6/10), di Jakarta.

Lebih lanjut, Amran mengungkapkan bahwa saat ini di kantor Kementan sudah hadir KPK yang terus mengawasi setiap program Kementan, tiga orang polisi dari Bareskrim, dua orang di antaranya sudah berpangkat kombes, dan juga ada jaksa.


Kementan: Pupuk 2020 Cukup

“Mereka berkantor tepat di samping ruangan kami. Setiap kali kami mengadakan proyek, pihak KPK selalu kami minta untuk ikut tanda tangan di dalamnya, terutama untuk semua kontrak yang besar,” kata Amran.

Selain adanya pengawasan dari pihak berwajib, pihak Kementan juga dalam setiap pembelian barang selalu membuat E-Katalog.

“Dengan adanya E-Katalog ini akan sangat sulit untuk memesan hal yang tak jelas dan adanya penggelembungan harga. Karena semuanya melalui E-Katalog, harganya sudah jelas dari pabrik, murah, pengadaan cepat, dan kualitas barang yang kami salurkan ini juga tidak diragukan,” ujar Amran.

Mentan Syahrul Operasi Pasar Bawang Putih dan Cabai di Solo

Halaman: 
Penulis : Siprianus Jewarut, Christophorus Aji Saputro
 
×
×