logo


Mengantisipasi Dampak Negatif Tax amnesty di Ranah Properti

Pemerintah harus mengantisipasi agar properti tetap bisa dinikmati oleh Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR)

30 September 2016 20:03 WIB

Seorang SPG mengamati maket perumahan yang dipamerkan dalam pameran Jakarta Property Week (JPW) 2016 di Kartika Expo Center, Balai Kartini Jakarta Selatan, Kamis (8/9).
Seorang SPG mengamati maket perumahan yang dipamerkan dalam pameran Jakarta Property Week (JPW) 2016 di Kartika Expo Center, Balai Kartini Jakarta Selatan, Kamis (8/9). Jitunews/Johdan A.A.P

JAKARTA, JITUNEWS.COM- Kebijakan tax amnesty atau pengampunan pajak yang baru digulirkan memang ditunggu-tunggu oleh para pelaku bisnis properti. Bukan tanpa alasan, para pengamat menilai bahwa itu merupakan stimulus yang bisa menaikan sektor properti.

Banyaknya dana dari luar yang masuk ke dalam negeri tentu membuat pemilik modal mencari instrumen investasi untuk melindungi hartanya. Salah satu yang bisa dipilih adalah sektor properti, baik dalam bentuk rumah, tanah, atau apartemen.

Hanya saja, meski itu mampu mendongkrak sektor properti, akan tetapi seorang pengamat properti, Ali Tranghanda mengatakan, ada dampak negatif yang bisa timbul dari kebijakan tax amnesty yang digulirkan oleh pemerintah.


Cocok untuk Rumah Minimalis, Ide Tangga Ini Bisa untuk Apapun

"Ada dampak negatif yang mesti diperhatikan, saat dana repatriasi masuk dan banyak yang beli properti, harga properti tentu akan naik. Kelas menengah bawah akan kelimpungan," ucap Ali yang juga menjabat sebagai Direktur Eksekutif Indonesia Property Watch (IPW).

Ali mengatakan bahwa pemerintah harus mengantisipasi agar properti tetap bisa dinikmati oleh Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR), yakni dengan mengendalikan harga tanah agar tidak digoreng. Salah satunya adalah membuat land bank tanah untuk rumah murah atau subsidi.

"Dalam 3 tahun, land bank proyek sejuta rumah bakal habis. Jika sudah begitu di mana lagi akan membangun rumah murah? Dan berapa harganya? Jadi pemerintah harus menyiapkan bank tanah secepat mungkin," jelas Ali.

(sumber: Rumahku.com

Ali menambahkan, pemerintah selama ini terus menggulirkan paket kebijakan yang menjadi stimulus untuk mendongkrak sektor properti agar kembali bergairah. Namun jika properti sudah bergairah dan harga naik, belum ada langkah antisipasi agar masyarkat berpenghasilan rendah tetap bisa memiliki hunian.

"Berapa pun kenaikan harga properti, masyarakat berpenghasilan rendah akan tetap bisa beli rumah murah jika ada bank tanah. Karena harganya akan dikendalikan oleh pemerintah, bukan pemborong," pungkas Ali.

Pilih Mana, Punya Rumah atau Pelihara Penyakit?

Halaman: 
Penulis : Christophorus Aji Saputro
 
×
×