logo


Yuk, Kenalan Sama Ikan Lalawak!

Ikan ini mirip dengan ikan tawes , yang menjadi pembedanya adalah warna ujung siripnya

17 November 2014 12:35 WIB

ISTIMEWA
ISTIMEWA

JAKARTA, JITUNEWS.COM – Ikan lalawak atau yang bisa disebut juga dengan ikan balar atau ceceperan merupakan ikan air tawar yang hidup di sungai yang berarus cukup deras dan landai. Karakteristik dari lalawak sama dengan ikan-ikan arus deras lainnya, yaitu agresif dalam pergerakannya.

Jenis ikan ini mirip dengan ikan tawes yang biasa dibudidayakan di kolam, yang menjadi pembedanya yaitu dari warna ujung siripnya. Ujung sirip Tawes berwarna hitam sedangkan lalawak berwarna kemerah-merahan meskipun ada juga yang berwarna kekuning-kuningan. Ukuran berat maksimal dewasa bisa mencapai 1 kg dengan panjang 25 cm.

Warna badan ikan lalawak berwarna perak kehijauan, sebagian mata berwarna merah. Sirip punggung dan sirip ekor berwarna abu-abu sampai kehitaman. Sirip dada berwarna kuning pucat sampai kuning terang. Bedanya, sirip lalawak berwarna merah, demikian halnya mata dan ekornya. Ukuran sisik lebih kecil dibanding tawes dan berwarna cerah. Itu sebabnya lalawak bisa dipelihara sebagai ikan hias.


Hadapi Bonus Demografi Tahun 2030, KKP Ajak Millenial Cinta Makan Ikan

Di Indonesia, ikan ini ada 3 jenis,  yakni lalawak yang umum diketahui, lalawak yang berukuran lebih pendek seperti ikan louhan, dan lalawak panjang seperti ikan nilem yang umumnya ada di daerah Slawi Jawa Tengah. Karena belum banyak yang membudidayakan, maka populasi lalawak tak pesat berkembang.

Ikan ini cocok di daerah dingin dan jarang terkena penyakit. Jika dipelihara di kolam maka pertumbuhan lalawak lambat apalagi dengan pakan yang seadanya. Kalau dipelihara dalam kolam memakai pakan pabrikan butuh waktu 6 - 7 bulan sedangkan kalau dipelihara di air deras atau di sungai yang menggunakan keramba, dalam waktu 3 bulan sudah bisa dipanen.

Memelihara ikan ini tidak perlu mengeluarkan biaya pakan karena cukup mengandalkan pakan alami, caranya adalah mengatur aliran air dan benihnya bisa ditebar di sawah. Untuk menghasilkan benih ukuran 1 cm butuh waktu sekitar 2 bulan. Sedangkan untuk pemijahan, diperlukan media kolam tanah dalam keadaan kering dan berbau tanah agar merangsang ikan untuk kawin. Ciri betina yang sudah matang kelamin dan siap menjadi induk adalah semua sisik di tubuhnya kasar, dan badannya terasa lembek.

Bisnis Akuakultur Siap Bertransformasi ke Era Industri 4.0

Halaman: 
Penulis : Agung Rahmadsyah, Riana