logo


Keberhasilan Sistem Mina Padi Indonesia Dilirik Laos dan Filipina

Sistem ini ternyata bisa menambah penghasilan petani hingga 1.700 dolar AS atau setara Rp 22 juta (kurs Rp 13.000 per dolar AS) per hektar per musim tanam

29 September 2016 11:45 WIB

Sistem budidaya mina padi.
Sistem budidaya mina padi. Istimewa

SOLO, JITUNEWS.COM - Sistem budidaya padi dan ikan sekaligus dalam satu lahan atau mina padi semakin berkembang di Indonesia. Salah satu pemicunya adalah karena sistem ini bisa menambah penghasilan petani. Pada saat panen, petani tidak hanya mendapatkan padi, tetapi juga ikan siap jual.

Agar lebih efisien dan menguntungkan, pada tahun 2015, Direktorat Jenderal Perikanan Budidaya (Ditjen PB) Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) bekerja sama dengan organisasi pangan dunia (Food and Agriculture Organization of the United Nations/FAO) mengembangkan mina padi pada sistem kluster dengan pola tanam padi jajar legowo.

Sistem ini ternyata dapat menambah penghasilan petani hingga 1.700 dolar AS atau setara Rp 22 juta (kurs Rp 13.000 per dolar AS) per hektar per musim tanam.


FAO: Budidaya Minapadi Berikan Triple Win!

“Manfaat inovasi mina padi berbasis kluster antara lain resiko serangan hama sangat rendah, nol pestisida, penggunaan pupuk kimia berkurang secara signifikan, dan pendapatan lebih tinggi,” kata Direktur Jenderal Perikanan Budidaya, Slamet Soebjakto, Rabu (28/9) saat dihubungi di Solo, Jawa Tengah.

Keberhasilan mina padi di Indonesia pun mengundang minat negara lain untuk mencontoh, antara lain lembaga pertanian dan perikanan dari Laos dan Filipina.

Untuk menularkan ilmu mina padi Indonesia ke negara lain, KKP dan FAO kemudian menggelar lokakarya dan tinjau lapangan mina padi di Jawa Tengah dan Yogyakarta pada tanggal 26 – 28 September 2016.

Slamet mengatakan, prospek mina padi di Indonesia masih sangat besar. Sebab, dari sekitar 14 juta hektar lahan tanaman padi di Indonesia, yang menggunakan sistem mina padi baru hanya 142.122 hektar atau hanya sekitar 1 persen.

Padahal, kata Slamet, sistem mina padi merupakan cara yang efektif untuk keberlanjutan usaha pertanian dan perikanan, meningkatkan kesejahteraan dan mewujudkan kedaulatan pangan.

Tanaman padi yang dihasilkan pun lebih berkualitas karena mina padi memungkinkan terciptanya pertanian organik yang ramah lingkungan dan produknya lebih sehat untuk dikonsumsi.

Sistem mina padi juga akan meningkatkan produksi ikan yang pada tahun 2016 ditargetkan mencapai 19,5 juta ton.

“Ikan air tawar seperti gurame, nila, lele, dan udang galah, bahkan ikan hias jenis Koi sangat cocok dibudidayakan pada sistem mina padi,” ujar Slamet.

Meningkatnya produksi ikan, kata Slamet, pada akhirnya akan mendukung kebutuhan gizi masyarakat.

Slamet menambahkan, karena melibatkan lintas kementerian, program mina padi nasional akan dikoordinir oleh Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman

 

Keren! Minapadi di Seyegan Ini Jadi Lahan Percontohan Asia Pasifik

Halaman: 
Penulis : Riana