logo


Permintaan Bahan Bakar Non Subsidi Pertamina Terus Melonjak

Berdasarkan statistik tren penjualan BBM oleh Pertamina, Pertalite mengalami lonjakan paling tinggi.

28 September 2016 14:59 WIB

Petugas SPBU mengisikan BBM ke mobil
Petugas SPBU mengisikan BBM ke mobil JITUNEWS/Johdan A.A.P

JAKARTA, JITUNEWS.COM – Tren penjualan bahan bakar gasoline non subsidi PT Pertamina (Persero) kini telah mencapai 45 persen dari total konsumsi gasoline yang saat ini mencapai 91 ribu kilo liter per hari menyusul terjadinya penurunan permintaan premium oleh masyarakat.

Vice President Corporate Communication Pertamina Wianda Pusponegoro mengatakan tren penjualan bakar non subsidi Pertamina, yaitu Pertamax Series dan Pertalite semakin hari semakin meningkat. Jika pada semester I 2016 lalu rata-rata hanya sekitar 15 ribu KL per hari atau 20 persen dari total permintaan gasoline, pada 20 hari pertama September 2016 konsumsinya telah mencapai 40,837 KL per hari atau 45 persen dari total konsumsi gasoline.

"Perkembangan ini tentu sangat menggembirakan karena menunjukkan bahwa masyarakat konsumsi di Tanah Air sudah benar-benar bisa menerima inovasi produk yang dilakukan Pertamina. Kami akan terus meningkatkan ketersediaan Pertamax Series dan Pertalite di lebih banyak SPBU untuk memastikan pelayanan kepada masyarakat berjalan dengan baik," kata Wianda.


Minta Masyarakat Tak Khawatir, Pertamina Pastikan Stok Pertalite di Bandung Raya dan Priangan Timur Aman

Berdasarkan statistik tren penjualan BBM oleh Pertamina, Pertalite mengalami lonjakan paling tinggi di mana konsumsi pada September telah mencapai sekitar 25 ribu KL per hari. Pada semester I 2016 lalu rata-rata konsumsi Pertalite masih sekitar 6.500 KL per hari.

Adapun, tren konsumsi Pertamax juga meningkat tajam dari semula rata-rata di kisaran 10 ribu KL per hari pada semester I menjadi sekitar 15 ribu KL per hari. Pertamax Turbo yang baru diluncurkan pada awal Agustus juga terjadi lonjakan konsumsi sekitar 170 persen pada September 2016.

Di sisi lain, tutur Wianda, konsumsi Premium mengalami penurunan dari semula di kisaran 70 ribu KL per hari pada semester I 2016 menjadi hanya 55 per hari KL pada Agustus dan 50 ribu KL per hari pada 20 hari pertama September. Namun, dia menegaskan Pertamina terus menjaga ketersediaan Premium di tengah pelemahan permintaan tersebut.

"Karena permintaan yang terus turun, stok Premium saat ini berada di atas 22 hari dari biasanya sekitar 18 hari. Pertamina akan terus mencoba adaptif terhadap tren konsumsi masyarakat yang lebih memilih Pertamax Series dan Pertalite yang lebih sesuai dengan spesifikasi kendaraannya di tengah momentum disparitas harga yang tipis dengan Premium," kata Wianda.

Sementara itu, pasar Pertamina Dex dan Dexlite juga tidak kalah menggembirakan. Rata-rata konsumsi untuk dua jenis BBK tersebut telah berada di atas angka psikologis 1000 KL per hari.

 

Harga Pertamax Naik Kok di Demo? Begini kata Pengamat Energi

Halaman: 
Penulis : Citra Fitri Mardiana, Syukron Fadillah