logo


e-CERT Karantina Indonesia dan Belanda Turunkan Dwelling Time di Pelabuhan

Manfaat dari penerapan sertifikat elektronik karantina untuk memfasilitasi perdagangan yang menjadi komitmen dalam perjanjian fasilitasi perdagangan.

26 September 2016 16:51 WIB

Sejumlah pihak dari Badan Karantina Pertanian berfoto bersama dengan perwakilan Kementerian Pertanian dan Ekonomi Belanda di Jakarta, Selasa (22/9).
Sejumlah pihak dari Badan Karantina Pertanian berfoto bersama dengan perwakilan Kementerian Pertanian dan Ekonomi Belanda di Jakarta, Selasa (22/9). dok. Kementan

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Badan Karantina Pertanian bekerjasama dengan Kementerian Pertanian dan Ekonomi Belanda, khususnya pada bidang Perkarantinaan serta mendapatkan dukungan penuh dari Lembaga Sandi Negara (LEMSANEG) mengembangkan pertukaran data khususnya Sertifikat Perkarantinaan (e-Certificate) dalam rangka mendukung jaminan kesehatan tumbuhan dan hewan berbasis elektronik.

Manfaat dari penerapan sertifikat elektronik karantina untuk memfasilitasi perdagangan yang menjadi komitmen dalam perjanjian fasilitasi perdagangan.

Selaras dengan keinginan Presiden RI, bahwa layanan arus bongkar muat barang di Pelabuhan dan Bandara seluruh Indonesia harus dipercepat (minimal dwelling time) dengan cara meminimalkan administrasi dokumen yang berbelit dan simplifikasi layanan.


Kemenkop dan UKM Berencana Bentuk BUMR

Pengembangan e-Cert melalui kerja sama kedua negara Indonesia-Belanda dalam melengkapi aplikasi sistem pertukaran data berbasis elektronik Karantina Pertanian sangat tegas berfungsi untuk:

1) Memastikan produk pertanian impor dan expor dijamin kesehatannya dan adanya jaminan keaslian dokumen yang dikeluarkan oleh jajaran UPT Badan Karantina Pertanian maupun Institusi Sertifikasi Kesehatan dan Perkarantinaan Belanda.
2) Membantu kecepatan proses pemeriksaan dokumen dan fisik bila masih diperlukan terhadap produk pertanian yang diperdagangkan kedua Negara. 
3) Mencegah adanya impor ilegal / penyelundupan yang tidak tertulis dalam dokumen perkarantinaan.
4) Memberikan suatu jaminan kepastian dalam mempercepat waktu layanan/Service Level Arrangement (SLA).

"Dengan adanya e-cert Karantina dapat menjawab tuntutan layanan cepat arus bongkar muat barang di pelabuhan dan bandara dan menurunkan Dwelling Time," demikian kata Kepala Badan Karantina Pertanian, Banun Harpini di Jakarta, Senin (26/9).

Lebih lanjut, Ia menyatakan bahwa Layanan Karantina berbasis elektronik e-Cert merupakan bagian dari wujud kepedulian Badan Karantina Pertanian selaku anggota Organisasi Perlindungan Tumbuhan Internasional (OPTI)/International Plant Protection Convention (IPPC) yang telah menetapkan bahwa sertifikat kesehatan tumbuhan secara elektronik (e-Phyto) segera dilaksanakan oleh negara anggota sepanjang memiliki kemampuan.

Ia menegaskan bahwa sejauh ini yang kami ketahui negara yang telah menggunakan sistem aplikasi perkarantinaan berbasis elektronik yang dapat pertukaran antar negara antara lain: Belanda, Indonesia, China, USA, New Zealand.

Ia juga mengungkapkan bahwa, target pengembangan pertukaran data elektronik antar negara dalam layanan perkarantinaan masa mendatang akan segera diwujudkan dengan negara lain, antara lain Australia, New Zealand, China, Jepang, USA dan Asean Single Window.

Untuk saat ini Negara Belanda sebagai negara mitra yang strategis bagi ekspor-impor komoditas pertanian Indonesia, merupakan hub (gerbang) pemasukan komoditas pertanian ke berbagai negara anggota Uni Eropa.

Tercatat sepanjang tahun 2015 dari Indonesia sebanyak 2.121 transaksi Sertifikat Karantina Tumbuhan dan 187 transaksi Sertifikat Karantina Hewan yang diterbitkan dengan tujuan Belanda. Sebaliknya dari Belanda, tercatat ada 1.202 transaksi sertifikat karantina tumbuhan dan 662 transaksi sertifikat karantina hewan. Komoditi pertanian yang diekspor selama tahun 2015-2016 antara lain kopi, lada, karet, kakao, nenas, CPO, Palm Kernel Expeller, buah manggis, dan mangga,

Dengan derasnya arus perdagangan internasional dan keterlibatan karantina dalam memfasilitasi perdagangan tentunya kerahasiaan dokumen sangat diperlukan. Pasalnya hal ini penting dilakukan guna mengantisipasi kejahatan cyber dokumen.

Sambut Industri 4.0, Pertanian Indonesia Harus Beralih ke Teknologi Baru

Halaman: 
Penulis : Siprianus Jewarut, Syukron Fadillah