logo


UPSUS Kementan Mampu Gerakan Semangat Masyarakat Sumba Timur

Jika ketahanan pangan masyarakat sudah terpenuhi, maka dengan sendirinya ketahanan wilayah dapat tercipta.

26 September 2016 12:24 WIB

Pencanangan Giat Tanam Serampak di Desa Tanaraing, Kecamatan Rindi, Kabupaten Sumba Timur, Kamis (22/9).
Pencanangan Giat Tanam Serampak di Desa Tanaraing, Kecamatan Rindi, Kabupaten Sumba Timur, Kamis (22/9). Humas Kementan

SUMBA TIMUR, JITUNEWS.COM - Bupati Sumba Timur, Gidion Wiliyora mengapresiasi adanya program Upaya Khusus (UPSUS) yang di canangkan oleh Kementerian Pertanian. Pasalnya langkah cetak sawah baru serta upaya percepatan tanam mampu memacu semangat masyarakat petani untuk ikut meningkatkan produksi beras nasional.

"Semestinya pada musim saat ini lahan pertanian Sumba Timur mengalami kendala dalam menanam padi. Tapi dengan program upaya khusus swasembada pangan, mampu menyiapkan lahan dan menggerakan petani untuk menanam padi. Ini upaya yang luar biasa sehingga masyarakat petani kami mendapat perbaikan ekonomi dan kehidupan yang lebih baik,”demikian kata Gidion seperti dalam keterangan tertulis yang diterima Jitunews.com, Senin(26/9).

Ia meyakini bahwa dengan adanya sejumlah langkah strategis tersebut mampu meningkatkan produksi beras, khususnya wilayah NTT dan mampu mensejahterakan masyarakat petani.


Akibatkan Kerugian Besar, Bupati Bekasi Dukung Mentan Pidanakan Pelaku Disfungsi Lahan Pertanian

Sementara itu, Pagdam IX/Udayana, Mayjend TNI Kustanto Widiyatmoko menegaskan pencanangan tanam serempak ini salah satu tahapan untuk mewujudkan keberhasilan swasembada pangan.

Untuk itu ia meminta peran serta aparat kewilayahan khususnya satuan di jajaran Kodam IX/Udayana agar intensif mengawal dan pendampingan kepada petani agar diperoleh produksi padi yang maksimal. Dengan begitu, ke depan stok beras di NTT khususnya Sumba Timur dapat surplus dan mampu membantu kebutuhan di daerah lain dan perbatasan.

"Jika ketahanan pangan masyarakat sudah terpenuhi, maka dengan sendirinya ketahanan wilayah dapat tercipta secara optimal," tegasya.

Kementan: Pupuk 2020 Cukup

Halaman: 
Penulis : Siprianus Jewarut, Syukron Fadillah