logo


Gelar Tanam Serempak, Kementan Optimis NTT Swasembada Padi

Adapun total luas tambah tanam mulai Januari sampai 20 September 2016 sebesar 206.620 ha.

26 September 2016 10:57 WIB

Pencanangan Giat Tanam Serampak di Desa Tanaraing, Kecamatan Rindi, Kabupaten Sumba Timur, Kamis (22/9).
Pencanangan Giat Tanam Serampak di Desa Tanaraing, Kecamatan Rindi, Kabupaten Sumba Timur, Kamis (22/9). Humas Kementan

SUMBA TIMUR, JITUNEWS.COM - Kementerian Pertanian (Kementan) optimis dapat mewujudkan swasembada padi NTT di tahun 2016 sehingga NTT pun menjadi lumbung beras di daerah perbatasan untuk diekspor ke negara tetangga, Timor Leste.

Untuk mewujudkan upaya ini, Kementan bersama Kodam IX/Udayana, pemerintah Provinsi NTT dan pemerintah daerah melakukan percepatan tanam melalui Pencanangan Giat Tanam Serampak.

Staf Ahli Menteri Pertanian Bidang Infrastruktur, Ani Andayani menyampaikan pencanangan giat tanam serempak ini bertujuan agar luas tambah tanam April-September 2016 mencapai 100 persen yaitu 70.384 hektar. Sementara luas tambah tanam sampai dengan 20 September 2016 telah mencapai 63.491 hektar atau 90,2 persen, sehingga masih ada sedikit kekurangan luas tanam yang harus diselesaikan.


Pimpinan DPR Puji Capaian Sektor Pertanian Era Amran

"Untuk mencapai target ini, maka pencanangan ini dilakukan secara serempak di 18 kabupaten dengan masing-masing luas tanam 10 hektar. Khusus di Sumba Timur yang merupakan lokasi pencanangan, luas tanam mencapai 143 hektar sehingga totalnya 313 hektar," demikian kata Ani yang juga merupakan Koordinator Program Upaya Khusus Swasembada Pangan wilayah NTT, seperti dalam keterangan tertulis yang diterima Jitunews.com, Senin(26/9).

Adapun total luas tambah tanam mulai Januari sampai 20 September 2016 sebesar 206.620 ha. Dari capaian ini, dengan estimasi produktivitas 3,65 ton/ha, diperoleh produksi sebanyak 754.163 ton gabah kering giling (GKG), sedangkan kebutuhan hanya 578.566,89 ton GKG. Hasilnya, NTT sudah bisa berproduksi padi 130% atau surplus sebesar 30%.

"Hitungan tersebut telah memperhitungkan konversi BPS untuk galengan dan sebagainya serta menghitung rendemen beras 60 persen," demikian katanya.

Ani menegaskan, menindaklanjuti arahan Menteri Pertanian dalam Rapat Koordinasi dengan Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi, pada hari Jumat 16 September 2016 di Kantor Kementan terkait penguatan pangan di daerah perbatasan, NTT dipastikan mampu mewujudkan hal tersebut dengan membangun lumbung pangan.

"Ini dapat dilihat dari apabila periode mendatang Oktober sampai Desember lahan sawah mampu berproduksi dengan baik maka produksi beras NTT siap mendukung pangan di perbatasan untuk ekspor ke negara tetangga," ujarnya.

Terkait upaya percepatan luas tambah tanam nasional, Ani mengungkapkan pada pertengahan Agustus 2016, NTT berada di ranking 10 di nasional. Namun di akhir Agustus naik menjadi ranking 8. Akan tetapi secara khusus pernah mencapai the best percepatan tanam yakni rangking 1 di tanggal 8 september 2016 dengan indikator realisasi luas tanam selama 8 hari di awal September mencapai 41,2 persen.

Hadir pada pencanangan giat tanam ini Tenaga Ahli Menteri Pertanian, Afnan Malay, Danrem 161/Wirasakti, Brigjend TNI Heri Wiranto, Dandim 1601 Sumba Timur, Letkol TNI Elvin Tio Maida Saragih, Palulu P. Ndima, Kepala Bulog Sumba Timur dan Kepala BPS Sumba Timur.

Petani Diminta Kerja 24 Jam, Demokrat: Edan!

Halaman: 
Penulis : Siprianus Jewarut, Syukron Fadillah