logo


Komitmen Pemerintah Terhadap Pendidikan Vokasi Masih Dipertanyakan

Anang tidak menampik terdapat sejumlah kendala teknis dalam pemenuhan kuantitas pendidikan vokasi.

22 September 2016 16:49 WIB

Anggota Komisi X DPR RI Anang Hermansyah.
Anggota Komisi X DPR RI Anang Hermansyah. dpr.go.id

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Anggota Komisi X DPR RI Anang Hermansyah menilai kinerja Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan serta Kementerian Ristek Dikti belum menunjukkan arah yang konkret terkait program pendidikan vokasi. Padahal pendidikan vokasi merupakan salah satu andalan program pemerintahan Jokowi.

"Khusus untuk Kementerian RistekDikti, hingga tahun kedua pemerintahan ini belum ada langkah konkret yang disusun oleh Menteri Nasir terkait program pendidikan vokasi," ujarnya di Jakarta, Kamis (22/9).

Dia menyebutkan dari sisi jumlah sekolah SMK di Indonesia sebanyak 5.545 unit. Namun kondisi tersebut berbeda dengan pendidikan vokasi di tingkat perguruan tinggi yang jauh lebih rendah.


Mulan Jameela Jadi Anggota DPR, Anang: Kinerja Dia Belum Terbukti Apa yang Harus Dicemooh?

"Hanya lima persen jumlah pendidikan vokasi di perguruan tinggi dari total perguruan tinggi se-Indonesia," ungkap politisi PAN ini.

Anang tidak menampik terdapat sejumlah kendala teknis dalam pemenuhan kuantitas pendidikan vokasi di tingkat perguruan tinggi terkait sumber daya pengajar yang minimal harus pendidikan S2.

"Persoalannya, sangat sulit menemukan akademisi yang S2 mengajar vokasi. Lazimnya akademisi cenderung text book sedangkan pendidikan vokasi cenderung dinamis da inovatif," tuturnya.

Situasi tersebut, sambung Anang, mestinya pemerintah dapat mencari jalan keluar dengan membuat rumusan konkret untuk mengatasi kendala di lapangan.

"Karena pendidikan vokasi ini menjawab kebutuhan kita terhadap SDM yang siap pakai, terlebih di era Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) ini. Menteri harus kasih solusi," cetus musisi asal Jember ini

Lebih lanjut Anang menyebutkan bila dibedah lebih lanjut pendidikan vokasi merupakan hulu dari proses karya intelektual yang berbasis riset dan berujung terhadap supremasi karya intelektual.

"Pendidikan vokasi, karya intelektual serta supremasi karya intelektual merupakan satu sistem yang tidak dapat dipisahkan," tambah Anang.

Dia mengingatkan agar para menteri terkait dapat mengejawantahkan ide Presiden Jokowi terhadap pendidikan vokasi.

"Presiden telah berkali-kali sampaikan tentang pentingnya pendidikan vokasi. Namun sampai hari ini kita belum mengetahui apa narasi pendidikan vokasi ini dari para menteri," tutupnya.

Penggabungan Ekraf dan Pariwisata di Kabinet Jokowi, Anang Hermansyah: Salah Satu Sektor Akan Menjadi Anak Tiri

Halaman: 
Penulis : Khairul Anwar, Syukron Fadillah