logo


Koalisi Kekeluargaan Siap Menggelar Rapat Bahas Pilkada Jakarta

Keputusan PDIP yang akhirnya mendukung Ahok pun menjadi salah satu pembahasan.

21 September 2016 12:00 WIB

Ketua DPD Gerindra DKI Jakarta Muhammad Taufik (tengah) bersama Ketua DPW PAN Jakarta Eko Patrio (kiri) dan Ketua DPW PPP Jakarta Abdul Azis (kanan) memberikan keterangan pers usai melakukan pertemuan tertutup di Jakarta, Senin (8/8).
Ketua DPD Gerindra DKI Jakarta Muhammad Taufik (tengah) bersama Ketua DPW PAN Jakarta Eko Patrio (kiri) dan Ketua DPW PPP Jakarta Abdul Azis (kanan) memberikan keterangan pers usai melakukan pertemuan tertutup di Jakarta, Senin (8/8). Jitunews/Johdan A.A.P

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Setelah PDI Perjuangan resmi mengumumkan pasangan calonnya, para pemimpin partai di Koalisi Kekeluargaan langsung merespon dengan menggelar rapat malam ini untuk membahas Pilkada Jakarta.

Hasil yang diperoleh dari dinamika politik yang terjadi di Koalisi Kekeluargaan bakal segera dilaporkan ke DPP masing-masing partai. Setidaknya hal tersebut disampaikan oleh Ketua DPD Gerindra, Mohammad Taufik.

"Besok (hari ini), kami laporkan ke DPP masing masing. Kami minta DPP segera adakan pertemuan. Ya paling tidak, Kamis sudah ada nama," demikian ucapnya di sebuah restoran di Jalan Pramuka Raya, Jakarta Timur, Selasa (20/9) malam.


Anggota DPR Sebut Program Rumah Panggung Anies Baswedan Sebuah Lelucon

Salah satu yang bakal dilaporkan ke tingkat DPP ialah nama-nama yang dipilih Koalisi Kekeluargaan untuk menjadi cawagub untuk Sandiaga Uno.

Menurutnya, bakal hadir dalam rapat tersebut ialah seluruh pimpinan partai Koalisi Kekeluargaan kecuali Partai Keadilan Sejahtera. PKS sedang menggelar rapat internal partai sehingga mereka berhalangan hadir.

Keputusan PDIP yang akhirnya mendukung Ahok pun menjadi salah satu pembahasan, karena PDIP di tingkat DKI Jakarta awalnya adalah juga bagian dari Koalisi Kekeluargaan.

Ketua DPD Partai Demokrat DKI Jakarta, Nachrowi Ramli, mengatakan rapat tersebut menghasilkan keputusan untuk selalu berhubungan baik antar-partai. Meskipun ada partai yang kini sudah menjadi pendukung petahana.

"Ada beberapa kesepahaman. Pertama, keluarga ini enggak boleh pecah. Kedua, kalau ada perbedaan kami hargai. Kebetulan kalau memang harus berbeda dan kami jadi kompetitor, kami akan fair dan enggak bermusuhan," ujar Nachrowi. 

PDI Perjuangan memutuskan untuk secara resmi kembali mengusung pasangan petahana Basuki Tjahaja Purnama-Djarot Saiful Hidayat pada Pilkada DKI Jakarta 2017.

Setelah PDI-P resmi mendukung Ahok, tinggal 6 partai yang ada di Koalisi Kekeluargaan yakni, Partai Gerindra, Partai Keadilan Sejahtera, Partai Persatuan Pembangunan, Partai Demokrat, Partai Amanat Nasional, dan Partai Kebangkitan Bangsa.

"Kami sepakat bahwa kalau dari kami bertujuh ada yang beda, itu hak dan akan kami hormati," ujar Nachrowi.

Jokowi Nomor 1 di Survei Capres, PDIP: Ada Harapan dari Masyarakat

Halaman: 
Penulis : Syukron Fadillah