logo


Antisipasi Kecurangan, Ini Arahan Bawaslu

Antisipasi potensi kecurangan, Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) DKI Jakarta akan memfokuskan pengecekan terhadap Data Penduduk Potensial Pemilih Pemilu (DP4).

20 September 2016 11:28 WIB

Ketua Bawaslu DKI Jakarta, Mimah Susanti.
Ketua Bawaslu DKI Jakarta, Mimah Susanti. beritajakarta.com

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Antisipasi potensi kecurangan, Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) DKI Jakarta akan memfokuskan pengecekan terhadap Data Penduduk Potensial Pemilih Pemilu (DP4).

Ketua Bawaslu DKI Jakarta, Mimah Susanti mengatakan, pemilih dapat menggunakan hak suaranya melalui KTP elektronik atau menggunakan Surat Keterangan‎ Sementara Pengganti KTP (Suket). Namun pada penggunaan Suket ini dikhawatirkan akan menimbulkan potensi kecurangan.

"Pemilih itu bisa menggunakan KTP elektronik atau Suket untuk menggunakan hak pilihnya pada hari H kalau dia tidak terdaftar sebagai pemilih. Nah ini, potensi kecurangan itu selalu ada. Pengawas pemilu pun harus mengecek berapa sih surat keterangan," ungkap Mimah di Kantor Balai Kota, Senin (19/9) malam.


Akhirnya Megawati Pilih Ahok-Djarot di Pilkada DKI

Guna mengatasi hal tersebut, Bawaslu telah memberikan surat edaran mengenai kepastian Suket asli yang memiliki logo hologram. Tanda ini diyakini dapat menunjukkan bahwa Suket benar-benar dikeluarkan oleh dinas terkait.

"Sudah menjadi surat edaran, berarti yang diantisipasi awal adalah kita harus memastikan bahwa surat keterangan itu misalnya ada hologramnya," ujarnya.

Oleh karena itu, Bawaslu menginstruksikan agar pihak penyelenggara pemilu dapat melaksanakan administrasi secara tertib. "Mencatat dengan betul pada hari H itu berapa sih yang sebenarnya menggunakan e-KTP dan surat keterangan yang dilkeluarkan pihak terkait," lanjutnya.

Yusril Harap Bisa Head to Head Lawan Ahok di Pilkada DKI

Halaman: 
Penulis : Citra Fitri Mardiana, Vicky Anggriawan