logo


Fadli Zon Minta Warga Korban Penggusuran Digratiskan Biaya Sewa Rusun

Wakil Ketua DPR RI, Fadli Zon menilai keputusan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melakukan penggusuran di beberapa wilayah Ibukota terlalu terburu-buru

16 September 2016 17:13 WIB

Wakil Ketua DPR RI Fadli Zon menjawab pertanyaan wartawan.
Wakil Ketua DPR RI Fadli Zon menjawab pertanyaan wartawan. JITUNEWS/Latiko A.D

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Wakil Ketua DPR RI, Fadli Zon, menilai keputusan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melakukan penggusuran di beberapa wilayah ibu kota terlalu terburu-buru. Pasalnya, rumah susun di Rawa Bebek yang dipersiapkan untuk menampung korban penggusuran tidak layak dihuni oleh keluarga.

"Keputusan Pemprov DKI Jakarta untuk melakukan penggusuran sangat terburu-buru. Seharusnya relokasi dilakukan setelah rusun sudah siap dan layak untuk dihuni oleh satu keluarga. Tapi ternyata kenyataannya tidak siap," ujarnya saat melakukan Sidak ke Rusun Rawa Bebek, Jakarta, Jumat (16/9).

Selain itu Fadli berharap, warga korban penggusuran yang ditempatkan di Rumah Susun Rawa Bebek dibebaskan dari kewajiban membayar uang bulanan sebesar Rp 300.000 sampai para korban penggusuran tersebut ditempatkan di perumahan yang benar-benar layak.


SP2 Dilayangkan, Warga Bukit Duri Bertambah 70 KK Pindah ke Rusun Rawa Bebek

"Dari keluhan masyarakat langsung, mereka ditarik uang sewa sebesar Rp 300.000 setelah 3 bulan. Permintaan mereka,  mereka tidak ditarik uang sewa sampai ditempatkan di tempat yang benar-benar sudah disiapkan. Katanya sedang dibangun, dan baru siap pada bulan Januari. Seharusnya mereka dibebaskan saja karena mereka korban," imbuhnya.

Fadli menambahkan, dirinya sangat kaget dengan pengakuan warga korban penggusuran yang tidak mendapatkan ganti rugi. Menurutnya, tindakan tersebut sangat tidak manusiawi, padahal janji yang diberikan saat mau menjadi gubernur dan wakil gubernur saat itu ingin memanusiakan manusia.

"Ini tindakan yang sangat salah. Bagaimanapun, mereka harus diberikan uang ganti rugi bahkan ada yang tidak sempat menyelamatkan barang. Menurut saya ini tindakan yang tidak manusiawi. Satu sisi binatang diperlakukan seperti manusia, ini kita lihat manusia diperlakukan seperti bintang," tutup Fadli.

Keluhan Warga Rawajati Soal Rusun Marunda, Pemkot Jaksel: Hidup Itu Harus Berjuang

Halaman: 
Penulis : Khairul Anwar, Vicky Anggriawan