logo


Produksi Beras di Maluku Tengah Mampu Mencukupi Kebutuhan Masyarakatnya

Langkah strategis Kementan pada saat ini sudah mampu meningkatkan produksi di sektor pertanian bila dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

15 September 2016 14:37 WIB

Seorang pekerja memikul karung beras
Seorang pekerja memikul karung beras JITUNEWS/Johdan A.A.P

MALUKU, JITUNEWS.COM - Gubernur Maluku, Said Assegaff, menyampaikan, hadirnya sejumlah program strategis Kementerian Pertanian (Kementan) yang bekerja sama dengan pihak TNI, telah mengubah wajah pertanian di Maluku khususnya Maluku Tengah. Pasalnya, langkah strategis Kementan saat ini sudah mampu meningkatkan produksi di sektor pertanian bila dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

Ia juga mengungkapkan, dengan adanya sejumlah bantuan alat pertanian (Alsintan), lahan-lahan pertanian yang sebelumnya diterlantarkan kini telah dijadikan lahan pertanian produktif yang dapat ditanami padi, jagung, dan tanaman hortikultura.

"Akan ada peningkatan kesejahteraan masyarakat karena ada penambahan dan peningkatan produksi pangan," kata Said Assegaff dalam keterangan tertulis yang diterima Jitunews.com, Kamis (15/9).


Ini Penyebab Produktivitas Padi Jawa Barat Terus Meningkat

Pada kesempatan yang sama, Bupati Maluku Tengah, Tuasikal, juga mengatakan bahwa produksi beras di Maluku Tengah sampai saat ini masih mampu mencukupi kebutuhan masyarakat. Akan tetapi, daerahnya masih mengharapkan bantuan berupa teknologi intensif berupa sistem tanam jajar legowo, benih dan alat mesin pertanian. Petani juga mengharapkan jaminan pemasaran hasil pertanian agar petani lebih bersemangat dalam meningkatkan produksi pangan.

"Kami optimis pencanangan tanam padi sawah pada cetak sawah baru ini dapat mengentaskan kemiskinan petani melalui peningkatan produksi padi," katanya.

Menurutnya, produktivitas padi di lahan cetak sawah baru dengan menggunakan sistem tanam tradisional diprediksi mencapai 5 ton per ha gabah kering giling (GKG).

"Namun ke depan, dengan bantuan dan dukungan pemerintah pusat, kami akan menerapkan sistem tanam jajar legowo yang produksinya dapat mencapai 7 ton GKG," tukasnya.

Belajar Menanam Padi Hibrida dari Negara Tetangga

Halaman: 
Penulis : Siprianus Jewarut, Vicky Anggriawan
 
×
×