logo


Merasa Tak Langgar Kode Etik PNS, Saefullah Bantah Dirinya Berpolitik

Sementara kehadirannya pada acara deklarasi Relawan Duta Yusril, Minggu (11/9) lalu, diakui Saefullah, bukan suatu kegiatan berpolitik..

13 September 2016 18:57 WIB

Sekretaris Daerah (Sekda) Jakarta, Saefullah.
Sekretaris Daerah (Sekda) Jakarta, Saefullah. Mediaindonesia

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Sekretaris Daerah (Sekda) DKI Jakarta Saefullah menampik tudingan bahwa dirinya telah dilaporkan k Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) terkait pencalonannya mendampingi Yusril Ihza Mahendra menjadi Gubernur dan Wakil Gubernur di Pilkada DKI Jakarta 2017 mendatang.

Seperti yang diketahui, setiap orang yang menjabat sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS) memiliki aturan untuk dilarang melakukan kegiatan politik dalam bentuk apapun.

"Saya belum tahu, " pungkas Saefullah di kantornya, Selasa (13/9).


Tegaskan Gugatannya Tak Aneh, Yusril: Yang Aneh Justru Sikap DPP Demokrat

Dirinya juga membantah bila dirinya merupakan anggota partai politik. Sementara kehadirannya pada acara deklarasi Relawan Duta Yusril, Minggu (11/9) lalu, diakui Saefullah, bukan suatu kegiatan berpolitik. Pasalnya menurut Saefullah, dirinya hanya menghadiri acara tersebut sebagai tamu undangan dari ormas Nahdlatul Ulama (NU). Sehingga dirinya menentang bila dikatakan melanggar kode etik.

"Enggak (berpolitik). Kan saya bukan anggota partai politik. Kemarin itu kegiatan LSM aja kemarin‎. Saya dari NU diundang Itu belum politik praktis, tapi itu baru LSM saja. Belum melanggar kode etik," tegasnya.

Kendati demikian, bila laporan tersebut ternyata benar hingga membuat dirinya dipanggil oleh Komisi Aparatur Sipil Negara (ASN) sebagai perpanjangan tangan Bawaslu, maka Saefullah mengaku siap menghadiri panggilan tersebut.

"Datang, datang. Tapi belum (panggilan)," pungkasnya.

Dicap Hitler oleh Demokrat, Yusril: Untung Tidak Dijuluki PKI

Halaman: 
Penulis : Citra Fitri Mardiana, Syukron Fadillah