logo


Jangan Dulu Menyembelih Hewan Kurban Sebelum Baca Ini

Menyembelih dalam syariat Islam adalah langkah melenyapkan ruh binatang dengan cara memotong leher kerongkongan dan tenggorokan.

11 September 2016 18:32 WIB

Panitia kurban Masjid Sunda Kelapa berusaha mengikat kaki sapi kurban sebelum proses penyembelihan di tempat pemotongan hewan kurban Masjid Sunda Kelapa Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (24/9/2015).
Panitia kurban Masjid Sunda Kelapa berusaha mengikat kaki sapi kurban sebelum proses penyembelihan di tempat pemotongan hewan kurban Masjid Sunda Kelapa Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (24/9/2015). Jitunews/Latiko A.D

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Satu hal yang paling sakral dalam momen Idul Adha selain sembahyang salat adalah pada saat menyembelih hewan untuk kurban.

Menyembelih dalam syariat Islam adalah langkah melenyapkan ruh binatang dengan cara memotong leher kerongkongan dan tenggorokan serta dua urat nadi dengan alat yang tajam, kecuali gigi dan tulang atau cara lain yang dibenarkan oleh syariat Islam.

Binatang yang tidak disembelih hukumnya haram karena status binatang itu sama dengan bangkai. Berikut adalah rukun dalam menyembelih:


Kabupaten Lingga Siapkan 100 Hektar Kebun Hijauan Pakan Indigofera

1. Penyembelih beragama Islam.
2. Binatang yang disembelih binatang yang halal, baik halal zatnya maupun halal cara memperolehnya bukan hasil mencuri atau menipu.
3. Alat penyembelih harus tajam agar dapat mempercepat proses kematian binatang dan tidak terlalu menderita sewaktu disembelih.
4. Tujuan penyembelihan untuk tujuan yang diridhoi Allah SWT dan bukan untuk tujuan tumbal atau untuk sajian nenek moyang berhala atau upacara kemusrikan lainnya.

Adapun tata cara atau urutan dalam menyembelih hewan kurban sebagai berikut:

1. Binatang yang akan disembelih direbahkan, kemudian kakinya diikat lalu dihadapkan ke sebelah rusuknya yang kiri agar mudah menyembelihnya.
2. Menghadapkan diri ke arah kiblat begitu pula binatang yang akan disembelih.
3. Potonglah urat nadi dan kerongkongannya yang ada di kiri kanan leher, sampai putus agar lekas mati.
4. Bagi binatang yang lehernya agak panjang maka menyembelihnya di pangkal leher sebelah atas agar lekas mati.
5. Bagi binatang yang tidak dapat disembelih lehernya karena liar atau jatuh dalam lobang sehingga tidak bisa disembelih lehernya, maka menyembelihnya dilakukan di mana saja dari badannya asal kematiannya itu disebabkan oleh sembelihan bukan karena sebab lain dengan tidak lupa menyebut nama Allah.
6. Setelah hewan atau binatang itu benar-benar mati baru boleh dikuliti.

Selain rukun dan tata cara ada pula hal-hal yang dimakruhkan saat menyembelih hewan kurban, diantaranya:

1. Menyembelih sampai putus lehernya.
2. Menyembelih dengan alat tumpul.
3. Menguliti atau memotong-motong hewan itu sebelum nyawanya hilang.

Adapun keterangan dari hukum makruh itu sendiri ialah sebuah larangan yang jika dilanggar tidak terdapat konsekuensi bila melakukannya. Atau dengan kata lain perbuatan makruh dapat diartikan sebagai perbuatan yang sebaiknya tidak dilakukan.

Sedangkan untuk jenis dan persyaratan hewan kurban yang boleh untuk dikurbankan antara lain, hewan yang paling baik, gemuk ,sehat, dan tidak cacat seperti pincang atau matanya buta. Selain persyaratan tersebut kita harus memperhatikan usia dari hewan kurban.

Dinas Pertanian Semarang Canangkan Program Sapi Wajib Bunting

Halaman: 
Penulis : Syukron Fadillah