logo


Panen Padi Terus Meningkat, DPR: Langkah Serapan Harus Lebih Dimaksimalkan

Hamdani menilai langkah peningkatan produksi tersebut belum diimbangi dengan langkah serapan gabah.

8 September 2016 18:13 WIB

Petani memegang hasil panen padi hibrida.
Petani memegang hasil panen padi hibrida. dok. Jitunews

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Berdasarkan data produksi padi yang dikeluarkan oleh Kementerian Pertanian (Kementan), hingga saat ini hasil produksi padi tanah air mengalami peningkatan yang cukup signifikan. Pasalnya, meningkatnya produksi padi sangat tidak terlepas dari langkah cepat Kementan dalam menerapkan program strategis dan Langkah Upaya Khusus (UPSUS) Pertanian.

Anggota Komisi IV DPR RI Hamdani menilai langkah peningkatan produksi tersebut belum diimbangi dengan langkah serapan gabah yang digadang-gadangkan oleh pemerintah mampu meretas kebuntuan peredaran hasil pangan.

"Coba banyangkan kalau produksi padi petani ini tidak ada yang tampung, kemana mereka harus menjual. Dari pengalaman sebelumnya saat produksi melimpah harga pasti selalu turun,"demikian kata Anggota komisi IV DPR RI Hamdani, saat dihubungi Jitunews.com, Kamis (8/9).


Kementan: Pupuk 2020 Cukup

Lebih lanjut, ia mengatakan pada saat ini tugas dari pemerintah untuk menjaga harga tetap stabil.

"Pemerintah sudah beri wewenang kepada Bulog tetapi sampai saat ini penyerapannya masih belum maksimal, faktanya harga di pasar masi cukup rendah," demikian katanya.

Menurutnya, kalau harga jual di pasar ada pada kisaran Rp 7.400, maka harga di tingkat petani pasti lebih turun lagi.

"Kasian petani kita kalau harganya di bawa harga pokok produksi (HPP), petani pasti rugi," ujarnya.

Ia berharap agar pemerintah lebih memaksimalkan langkah serapan gabah di tingkat petani sehingga harga tidak anjlok dan petani menjadi rugi.

Mentan Syahrul Operasi Pasar Bawang Putih dan Cabai di Solo

Halaman: 
Penulis : Siprianus Jewarut, Syukron Fadillah