logo


‘Komandan KKP’ Dorong Kemandirian Pembudidaya Ikan di Bumi Kartini Jepara

Kunjungan yang dilakukan orang nomer satu di Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) ini bertujuan untuk melihat teknologi terbaru di bidang perikanan budidaya, yang sedang dan telah dikembangkan oleh BBPBAP Jepara

8 September 2016 10:05 WIB

Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti melakukan panen udang windu hasil budidaya dan menyaksikan proses restocking udang windu saat melakukan peninjauan ke BBPBAP Jepara, Senin (5/9).
Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti melakukan panen udang windu hasil budidaya dan menyaksikan proses restocking udang windu saat melakukan peninjauan ke BBPBAP Jepara, Senin (5/9). Humas KKP

JEPARA, JITUNEWS.COM – Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti, melakukan kunjungan ke Balai Besar Perikanan Budidaya Air Payau (BBPBAP) Jepara, setelah melakukan temu wicara dan bertatap muka dengan para nelayan dan petambak garam di Desa Kedung Malang, Kab. Jepara, Senin (5/9) lalu.

Kunjungan yang dilakukan orang nomer satu di Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) ini bertujuan untuk melihat teknologi terbaru di bidang perikanan budidaya, yang sedang dan telah dikembangkan oleh BBPBAP Jepara, dalam mendukung pembangunan kelautan dan perikanan.

Pada saat tersebut, Menteri Susi melakukan peninjauan ke pabrik pakan ikan mandiri yang mampu menghasilkan pakan ikan mandiri sebanyak 2 ton per jam atau 10 ton per hari.


Kelompok Pakan Ikan di Probolinggo Berhasil Kembangkan Pakan Berbasis Bahan Baku Lokal

Menurut Direktur Jenderal Perikanan Budidaya, Slamet Soebjakto, yang saat itu mendampingi Menteri Susi, pabrik pakan ikan mandiri seperti ini telah dibangun di 10 Unit Pelaksana Teknis (UPT) Direktorat Jenderal Perikanan Budidaya (DJPB), seperti di Jambi, Kalimantan Selatan, Sukabumi dan Jepara.

Pakan ikan mandiri yang diproduksi oleh pabrik ini akan diberikan kepada pembudidaya dan sifatnya adalah sebagai bantuan. Seperti halnya bantuan benih kepada para pembudidaya.

Keunggulan pakan ikan mandiri produksi BBPBAP Jepara ini, kata Slamet, adalah kandungan enzim yang membantu proses pencernaan ikan.

“Enzim tersebut dihasilkan dari papaya, yang dapat membantu sistem pencernaan pada ikan, sehingga ikan lebih efektif dan efisien dalam menggunakan pakan. Dan hasil akhirnya adalah mengurangi penggunaan pakan ikan itu sendiri. Harga pakan ikan mandiri yang dihasilkan oleh BBPBAP Jepara adalah R. 6.000 per kilogram,” jelas Slamet dalam siaran persnya kepada JITUNEWS.COM, Kamis (8/9).

Selain mengunjungi pabrik pakan ikan mandiri, lanjut Slamet, Menteri Susi juga melakukan panen udang windu di tambak BBPBAP Jepara.

Menteri Susu pun berharap agar budidaya udang windu ini terus dikembangkan, karena udang windu adalah udang asli Indonesia. Sehingga apabila nanti muncul kendala dalam usaha budidaya udang vaname, masyarakat sudah memiliki alternatif berupa budidaya udang windu.

“Teknologi budidaya udang windu sudah dikuasai oleh BBPBAP Jepara. Induk udang windu yang disiapkan sudah mencapai F8 dan memiliki fekunditas sama seperti induk udang dari alam. Bahkan memiliki keunggulan bebas dari penyakit. Sehingga, selain kualitasnya terjaga, kontinyuitasnya terjamin, juga mendukung kelestarian sumber daya alam,” papar Slamet.

Menteri Susi juga, lanjut Slamet, juga mengapresiasi upaya BBPBAP Jepara dalam melakukan domestikasi udang merguensis yang juga asli Indonesia. Slamet menambahkan bahwa udang merguensis, dulunya dikenal dengan nama udang setan.

“Disebut udang setan karena pada saat dipanen, tidak ada udang di tambak tersebut. Tapi hal ini sudah dapat diatasi dengan upaya pemasangan plastik di tambak atau plastikisasi. Sehingga, hasil budidayanya sudah dapat dikontrol oleh pembudidaya. Benih udang merguensi sini juga sudah dihasilkan dan tersedia di BBPBAP Jepara,” terang Slamet.

Tak berhenti di situ, Menteri Susi juga melakukan penebaran benih rajungan hasil budidaya sebanyak 100 ribu ekor, yang merupakan hasil pembenihan yang dilakukan oleh BBPBAP Jepara. P

Selain itu, untuk mendukung keberlanjutan dan mendorong kemandirian pembudidaya, KKP pun menyerahkan bantuan 10 juta ekor benih udang windu, 1 juta ekor benih ikan nila salin, 500 ribu ekor benih bandeng, 10 juta ekor benih udang vaname, 500 ribu ekor benih udang galah, 5 ton pakan ikan mandiri, 5 ton bibit rumput laut kultur jaringan, bantuan sarana dan prasarana produksi budidaya, pakan alami artemia, bahan baku pakan dan juga bantuan pengelolaan irigasi tambak partisipatif (PITAP).

“Diharapkan, bantuan ini dapat menjadi pemicu semangat dan mendorong motivasi para pembudidaya di Jawa Tengah. Yang tentu saja akan berdampak pada peningkatan produksi dan kesejahteraan masyarakat. Tentunya usaha budidaya yang dilakukan juga harus mendukung keberlanjutan dan mendorong kemandirian,” pungkas Slamet.

 

KKP Pastikan Kebijakan Program Prioritas Perikanan Budidaya Sejalan dengan Arah Pembangunan 2020

Halaman: 
Penulis : Riana
 
×
×