logo


KTT ASEAN Canangkan Kerja Sama Antar Negara Harus Dinikmati Seluruh Masyarakat

"Para Menteri Ekonomi sepakat untuk mengawal pelaksanaan berbagai rencana kerja Cetak-biru MEA 2025," jelas Mendag.

6 September 2016 20:16 WIB

Presiden Jokowi mengikuti sidang pleno Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ASEAN ke-28, di National Convention Center (NCC), Vientienne, Laos, Selasa (6/9) sore.
Presiden Jokowi mengikuti sidang pleno Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ASEAN ke-28, di National Convention Center (NCC), Vientienne, Laos, Selasa (6/9) sore. Biro Pers Setpres/Laily

VIENTIANE, JITUNEWS.COM - Pertumbuhan ekonomi ASEAN telah menjadi kisah sukses tersendiri sebagai bukti dari efektivitas integrasi ekonomi kawasan yang terus berproses sejak tahun 1970-an, lebih-lebih setelah ASEAN berkomitmen melaksanakan Cetak-Biru Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) 2015 yang kini dilanjutkan dengan Cetak-biru MEA 2025 yang diimplementasikan tahun ini.

Oleh karena itu, pendalaman kerja sama ekonomi di antara anggota ASEAN harus menjadi fokus perhatian bersama. Hal ini disampaikan Presiden RI Joko Widodo dalam pernyataannya pada Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ASEAN ke-28 dan ke-29 yang dimulai hari ini, Selasa 6 September 2016 di Vientiane, Laos.

"Produk Domestik Bruto ASEAN selama dua tahun berturut-turut tumbuh secara positif, yaitu 4,7 persen. Pertumbuhan ini di atas rata-rata pertumbuhan ekonomi global, Uni Eropa, dan Amerika Serikat," kata Joko Widodo.


Kemendag Targetkan Ekspor Nonmigas Tumbuh Tujuh Persen

Presiden menilai ASEAN harus memastikan bahwa kerja sama ekonomi di kawasan ini dapat dinikmati masyarakat secara merata, khususnya dengan memprioritaskan kemajuan usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) melalui pemanfaatan teknologi dan inovasi serta perluasan akses keuangan dan pasar. Lebih dari itu, ASEAN harus menjadi organisasi yang memiliki kepedulian terhadap masyarakatnya.

Sesuai dengan tema ASEAN di masa Keketuaan Laos pada tahun 2016 ini yakni 'Turning Vision into Reality for a Dynamic ASEAN Community', para Kepala Negara ASEAN berkeyakinan bahwa ASEAN perlu mengimplementasikan Cetak-biru MEA secara serius dan penuh disiplin agar hasilnya dapat dirasakan oleh seluruh masyarakat ASEAN terutama dengan mengurangi kesenjangan ekonomi di antara masyarakat dan di antara sesama negara anggota ASEAN.

Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita menggaris bawahi pentingnya para Menteri Ekonomi ASEAN memberikan arahan yang jelas kepada para Pejabat Senior Ekonomi dalam mengimplementasikan Cetak-biru MEA 2025 termasuk komitmen Cetak-biru MEA 2015 yang belum terselesaikan pada tahun 2015.

"Para Menteri Ekonomi sepakat untuk mengawal pelaksanaan berbagai rencana kerja Cetak-biru MEA 2025 agar hal-hal yang diprioritaskan oleh para Kepala Negara dapat ditangani dengan baik," jelas Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita.

Cetak-biru MEA 2025 memuat langkah-langkah staregis untuk mengintegrasikan ekonomi ASEAN dalam jangka waktu sepuluh tahun ke depan, dimulai tahun 2016 dan berakhir pada 2025. Lima karakteristik utama strategi integrasi ekonomi ASEAN sesuai Cetak-Biru MEA adalah (1) ekonomi yang terintegrasi dan kohesif, (2) ASEAN yang kompetitif, inovatif, dan dinamis, (3) peningkatan konektivitas dan kerja sama sektoral, (4) ASEAN yang tangguh, inklusif, serta memiliki kepedulian terhadap masyarakatnya, dan (5) ASEAN yang bersifat global.

"Kalangan bisnis maupun pemerintahan ASEAN berharap Indonesia dapat memainkan kembali peran kepemimpinannya untuk mendorong kerja sama ekonomi ASEAN secara lebih dalam lagi berdasarkan prinsip inklusif, namun kita juga tekankan bahwa masa depan ekonomi ASEAN ditentukan oleh kesepuluh anggota ASEAN, bukan hanya oleh Indonesia," pungkas Bapak Enggar.

ASEAN Harus Bersatu untuk Menjadi Pemenang dalam Industri 4.0

Halaman: 
Penulis : Syukron Fadillah
 
xxx bf videos xnxx video hd free porn free sex