logo


Ungkap Kasus Penyanderaan, Polisi Minta Keterangan Pimpinan Sekuriti PT ExxonMobil

Polisi berencana akan meminta keterangan dari pimpinan sekuriti PT ExxonMobil untuk mengungkap kasus penyanderaan yang terjadi di Pondok Indah kemarin, Sabtu (3/9).

4 September 2016 16:33 WIB

Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Polisi Awi Setiyono.
Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Polisi Awi Setiyono. viva.co.id

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Polisi berencana akan meminta keterangan dari pimpinan sekuriti PT ExxonMobil untuk mengungkap kasus penyanderaan yang terjadi di Pondok Indah kemarin, Sabtu (3/9).

Hal itu dikatakan oleh Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Awi Setiyono kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Minggu (4/9).

Seperti diketahui, AJS mengaku pernah menjadi sekuriti di ExxonMobil dari tahun 2010 hingga tahun 2016 bulan Juli lalu. Korbannya yakni Asep Sulaeman juga pernah bekerja di ExxonMobil. Asep merupakan mantan Senior Vice President of ExxonMobil.


Tentang Penyanderaan WNI, Fadli Zon: Harusnya Pemerintah Bisa Antisipasi

"Dari keterangan-keterangan tersebut, sementara masih tentu akan didalami kemudian akan kami klarifikasi," kata Awi Setiyono.

Selain memeriksa pimpinan sekuriti PT ExxonMobil, polisi juga akan memeriksa Reni, asisten rumah tangga di rumah Asep Sulaiman.

Sebelumnya diberitakan, kepolisian menemukan 43 butir peluru kaliber 7,65 milimeter di rumah AJS, pelaku penyanderaan di Pondok Indah. Penggeledahan polisi di rumah AJS dilakukan semalam, Sabtu (3/9) pukul 22.30 WIB.

"Di sana melakukan penggeledahan, kami mencari beberapa barang bukti mendukung terkait kejadian tersebut dan di sana dapatkan 43 butir peluru kaliber 7,65 milimeter," jelas Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Awi Setiyono kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Minggu (4/9).

Drama Penyanderaan Gagal Saat Pelaku Lapar dan Minta Dibuatkan Mie Instan

Halaman: 
Penulis : Vicky Anggriawan