•  

logo


Menteri Agama Datang ke Acara Penganugerahan LGBTIQ, MUI: Beliau Wajib Bertobat!

Tengku juga menuntut Menag menjelaskan sejelas-jelasnya maksud kehadirannya pada acara tersebut

1 September 2016 07:30 WIB

Menteri Agama Lukman Hakim.
Menteri Agama Lukman Hakim. Jitunews/Latiko A.D

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Menteri Agama (Menag), Lukman Hakim Saifuddin, kena ‘semprot’ MUI (Majelis Ulama Indonesia), terkait kehadirannya pada acara penganugerahan Tasrif Award untuk Lesbian, Gay, Biseksual, Transgender, Inseksual, dan Queer (LGBTIQ). 

Wakil Sekjen Majelis Ulama Indonesia (MUI), KH Tengku Zulkarnain, mengatakan, Lukman tidak cukup hanya meminta maaf, namun ia pun harus bertobat.

"Sebagai menteri agama, apalagi beliau itu Muslim, tidak cukup minta maaf saja. Selain minta maaf kepada rakyat Indonesia, beliau juga wajib tobat," kata Tengku dikutip dari Republika, Rabu (31/8). 


MUI DKI Bentuk Mujahid Cyber, PBNU: Tujuan Politis Harusnya Dihindari

Tengku melanjutkan, kelompok LGBTIQ merupakan kelompok yang dilarang di berbagai agama. Maka dari itu, sangat tidak pantas jika seorang Menteri Agama menghadiri acara yang melibatkan kelompok tersebut.

"Wajib beliau menjaga diri untuk mengucapkan selamat kepada kelompok LGBT, atau memberikan pujian sekecil apa pun," ucap Tengku.

Tengku juga menuntut Menag menjelaskan sejelas-jelasnya maksud kehadirannya pada acara tersebut. Penjelasan menjadi penting karena kedatangan Menag di acara tersebut dikhawatirkan bisa diartikan sebagai dukungan terhadap kelompok LGBTIQ.

"Mestinya beliau jelaskan saya ini hadir atas undangan AJI dan bukan hadir untuk memberikan support atas LGBT," tutur Tengku.

Seperti diketahui, surat teguran kepada Lukman ditandatangani oleh Ketua Umum MUI, KH Ma’ruf Amin, dan Wakil Sekjen MUI, Amirsyah Tambunan memuat sejumlah poin penting, di antaranya sebagai berikut:

"Pertama, menyesalkan kehadiran Saudara Menteri Agama pada acara tersebut, karena di samping acara itu bukan menjadi tupoksi Kementerian Agama, juga LGBTIQ sudah difatwakan oleh MUI haram hukumnya dan bertentangan dengan nilai-nilai Pancasila dan UUD 1945.

Kedua, kehadiran Saudara pada acara tersebut sebagai menteri agama, sekaligus menyampaikan orasi kebudayaan dan memberikan apresiasi dan simpati kepada kelompok LGBTIQ, dapat dipahami memberikan legitimasi keabsahan keberadaan kelompok LGBTIQ."

Menanggapi 'sentilan' MUI tersebut, Lukman dalam media sosialnya, menulis, ”Saya diminta menyampaikan orasi kebudayaan dalam ulang tahun Aliansi Jurnalis Independen (AJI) ke-22.

Ternyata dalam acara itu juga diberikan tiga award, (Tasrif Award untuk kategori lembaga/komunitas yang paling gigih memperjuangkan hak-haknya, Udin Award untuk wartawan yang paling gigih dengan liputan atau kehormatan profesinya, dan SK Trimurti Award untuk perempuan yang gunakan media untuk berjuang). Saya dan semua hadirin tak ada yang tahu siapa yang akan mendapatkan award di masing-masing kategori itu, sampai diumumkan pada malam itu."

Ternyata yang menjadi pemenang untuk memperoleh Tasrif Award adalah Komunitas LGBTIQ dan IPT. Saya tentu tak bisa intervensi apapun terhadap penetapan award yang masing-masing dilakukan oleh tim penilai tersendiri,” beber Lukman.

Khilafatul Muslimin Berkembang di Indonesia, MUI Duga Ada Aktor di Belakangnya

Halaman: 
Penulis : Riana