logo


Brunei Buka Kerja Sama Pertanian dengan Indonesia

Keterlibatan TNI dalam panen perdana padi, karena pemerintah Brunei sangat mengapresiasi penggunaan bibit padi Hibrida Sembada B-9 yang berasal dari Indonesia

31 Agustus 2016 09:16 WIB

Menteri Pertanian Brunei Dato Paduka Awang Haji Ali bin Haji Apong didampingi Asisten Teritorial (Aster) Kasad Mayjen TNI Komaruddin S. mewakili Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo menghadiri acara “Panen Padi Unggul Varietas Sembada B-9” di Kawasan Pertanian, Distrik Wasan, Brunei Darusalam, Selasa (30/8/2016).
Menteri Pertanian Brunei Dato Paduka Awang Haji Ali bin Haji Apong didampingi Asisten Teritorial (Aster) Kasad Mayjen TNI Komaruddin S. mewakili Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo menghadiri acara “Panen Padi Unggul Varietas Sembada B-9” di Kawasan Pertanian, Distrik Wasan, Brunei Darusalam, Selasa (30/8/2016). Puspen TNI

BRUNEI DARUSALAM, JITUNEWS.COM - Menteri Pertanian Brunei Dato Paduka Awang Haji Ali bin Haji Apong didampingi Asisten Teritorial (Aster) Kasad Mayjen TNI Komaruddin S. mewakili Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo menghadiri acara “Panen Padi Unggul Varietas Sembada B-9” di Kawasan Pertanian, Distrik Wasan, Brunei Darusalam, Selasa (30/8).

Mentan Brunei dalam kesempatan tersebut mengatakan, Menteri Sumber-Sumber Utama dan Pelancongan (Menteri Pertanian Brunei) bahwa negaranya terbuka bagi kerja sama pertanian dengan negara manapun termasuk Indonesia, asalkan bisa menghasilkan Padi produktivitas tinggi.


Dengan Padi Hibrida Arize 6444 Gold, Produksi Naik Hingga 20-35%

“Ada sekitar 500-700 Ha sawah yang bisa digunakan untuk menanam bibit padi, namun dengan syarat satu hektar bisa menghasilkan padi minimal 8 ton. Infrastruktur kami sudah siap sehingga tidak ada alasan untuk tidak menghasilkan padi produktivitas tinggi,” kata Mentan Brunei.

Lebih lanjut Mentan Brunei Dato Paduka Awang Haji Ali bin Haji Apong juga menyadari, tingkat kesuburan tanah pertanian di Brunei tidak sama dengan di Indonesia. “Namun saya yakin bahwa target 12 ton Padi/Ha bisa dicapai,” tandasnya.

Sementara itu, Aster Kasad Mayjen TNI Komaruddin Simanjuntak, menyampaikan bahwa keterlibatan TNI dalam panen perdana padi, karena pemerintah Brunei sangat mengapresiasi penggunaan bibit padi Hibrida Sembada B-9 yang berasal dari Indonesia, di samping itu hubungan antara kedua negara Indonesia dan Brunei Darusalam juga sangat bagus.

“Di Indonesia, TNI sudah bekerja sama dengan 21 Kementerian, tetapi sangat intens sekali dengan Kementerian Pertanian (Kementan) RI, dan ini sudah tiga tahun bekerjasama, dengan Angkatan Darat sangat positif,” tutur Aster Kasad.

Turut hadir dalam acara panen padi tersebut, antara lain Duta Besar Indonesia untuk Brunei Nurul Qomar, Direktur Utama PT. Biogene Plantation Bambang Purwadi Priono, Athan RI untuk Brunei Kolonel Czi Widiyanto dan Wakil Dirut PT. Biogene Nasikin.

Bayer Kembangkan Varietas Padi Hibrida Arize 6444 Gold yang Tahan BLB

Halaman: 
Penulis : Vicky Anggriawan