logo


Menteri Amran: Kalau Harga Naik, Tekanan Darah Saya Ikut Naik

Amran menyoroti adanya disparitas harga bawang yang mencapai 300 persen

29 Agustus 2016 13:09 WIB

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman.
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman. Jitunews/Johdan A.A.P

JAKARTA, JITUNEWS.COM- Hari ini, Senin, 29 Agustus 2016, Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman menggelar rapat dan diskusi di Kantor Kementerian Pertanian (Kementan), Jakarta.

Dalam kesempatan itu, Amran mengungkapkan soal harga beberapa bahan pokok seperti bawang dan minyak. "Kalau harga naik, tekanan darah saya ikut naik, kalau harga turun tekanan darah saya turun. Sekarang harga bawang turun, tekanan darah tadi saya cek juga turun," ungkapnya.

Kendati mengatakan bawang mengalami penurunan harga, Amran menyoroti adanya disparitas harga bawang yang mencapai 300 persen. Hanya saja, hingga saat ini para petani bawang tidak merasakan keuntungan dari kenaikan harga di tingkat pasar.

Tak hanya itu, di hadapan para petani yang turut hadir dalam kesempatan itu, Amran mengeluhkan harga minyak di Indonesia yang saat ini jauh lebih mahal dari Malaysia. Padahal, Indonesia adalah salah satu negara penghasil CPO terbesar di dunia.


PD Pasar Jaya Akan Beli Alat Penyimpanan Bahan Pokok Sebelum Ramadhan

"Minyak goreng di Malaysia Rp 6.000 per kilogram (Kg), kita di Indonesia Rp 9.000. Padahal, kalau harga baik, kita impor CPO. Kita produsen dunia tapi harga lebih tinggi berarti ada anomali pasar," tegas Amran.

Menurut Amran, selama ini yang menjadi masalah utama dalam menjaga harga pangan adalah komunikasi. Untuk itu, butuh kerja sama dengan para petani hingga pengusaha agar harga bahan pangan dapat stabil.

"Pernah ku debat dengan pengusaha, mereka bilang Pak Menteri aku rugi Rp 10 miliar. Saat panen raya turun Rp 1.500. Hanya saja suaranya tidak sampai ke Jakarta. Ini yang harus kita perbaiki komunikasi itu," tutup Amran.

Gonjang-Ganjing Harga Pangan, Pengamat: Inflasi Bisa Mencapai Empat Persen

Halaman: 
Penulis : Christophorus Aji Saputro