logo


Tim Sukses Ahok Diresmikan, Koalisi Kekeluargaan: Enggak Gentar

Menanggapi hal itu, Koalisi Kekeluargaan menyatakan tidak khawatir

26 Agustus 2016 16:27 WIB

Plt Ketua DPD PDI Perjuangan DKI Jakarta Bambang Dwi Hartono (kiri) bersama Ketua DPW PAN Jakarta Eko Patrio (tengah) dan Ketua DPD Gerindra DKI Jakarta Muhammad Taufik (kanan) memberikan keterangan pers usai melakukan pertemuan tertutup di Jakarta, Senin (8/8).
Plt Ketua DPD PDI Perjuangan DKI Jakarta Bambang Dwi Hartono (kiri) bersama Ketua DPW PAN Jakarta Eko Patrio (tengah) dan Ketua DPD Gerindra DKI Jakarta Muhammad Taufik (kanan) memberikan keterangan pers usai melakukan pertemuan tertutup di Jakarta, Senin (8/8). JITUNEWS/Johdan A.A.P

JAKARTA, JITUNEWS.COM- Diberitakan sebelumnya, pada Kamis malam, 25 Agustus 2016, Jalan lembang Nomor 25 dan 27, Menteng, Jakarta Pusat, diresmikan sebagai titik kumpul Tim Pemenangan Ahok sekaligus sebagai posko pemenangan. Dan tim sukses Calon Gubernur DKI petahana, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) dalam Pilgub DKI 2017 pun resmi berdiri.

Menanggapi hal itu, Koalisi Kekeluargaan menyatakan tidak khawatir. Bahkan, Ketua DPW PAN DKI Jakarta, Eko Hendro Purnomo menyebut yang seharusnya waspada adalah tim sukses Ahok.

"Enggak gentar. Justru yang gentar harusnya tim Ahok," ungkap Eko, Jumat (26/8), di Jakarta.


Tim Ahok-Djarot Siapkan Acara Nonton Bareng Debat di Rumah Lembang

Sebagaimana diketahui, Koalisi kekeluargaan terdiri dari tujuh partai tingkat lokal, yaitu PAN, PKS, PKB, PPP, PDIP, Demokrat, dan Gerindra. Sementara tim pemenangan Ahok beranggotakan 150 orang dari Partai Nasdem, Hanura, Golkar, dan organisasi Teman Ahok.

Menurut Eko, Koalisi Kekeluargaan didukung lebih banyak dari jumlah itu, yaitu seluruh rakyat Indonesia.‎ Sementara itu, Ketua DPW PPP DKI Jakarta Abdul Azis, tidak mempersoalkan pembentukan tim pemenangan Ahok. "Kita enggak masalah. Enggak ada persoalan," kata Azis.

Begitu juga dengan Ketua DPP PDIP, Andreas Hugo Pareira. Dia menganggap hal itu sebagai dinamika politik. PDIP sampai sekarang belum memutuskan sikap mengenai siapa yang akan diusung. "Masih cukup waktulah, tunggu saja tanggal mainnya," kata Andreas.

Pengamat: Penetapan Rizieq Sebagai Tersangka Jadi Kado Bagi Demokrasi

Halaman: 
Penulis : Christophorus Aji Saputro