logo


Menristekdikti Tegaskan, Dosen dan Mahasiswa Tak Boleh Jadi Korban

Penyebab insiden tak lain karena kepengurusan rektorat yang baru terpilih ditentang oleh kepengurusan lama.

24 Agustus 2016 16:35 WIB

Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti), Muhammad Nasir.
Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti), Muhammad Nasir. setkab.go.id

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Mohammad Nasir mengharapkan agar insiden internal Trisakti tidak menghambat proses belajar mengajar.

Ia menegaskan, tidak boleh mahasiswa dan dosen menjadi korban dalam insiden tersebut.

"Ini anak bangsa dan proses pendidikan yang baik harus kita jaga," sebut sang menteri saat mengunjungi Universitas Trisakti, Jakarta Barat, yang didampingi Kapolda Metro Jaya Inspektur Jenderal Polisi Moechgiyarto, Rabu (24/8).


Dalam Dua Tahun, Kemenristekdikti Targetkan Dapat Mengakresditasi 7.000 Jurnal

Seperti yang telah banyak diberitakan, bahwa masalah internal kepengurusan Universitas Trisakti berujung kericuhan pada, Rabu pagi (24/8). Penyebabnya tak lain karena kepengurusan rektorat yang baru terpilih ditentang oleh kepengurusan lama.

Kondisi menjadi panas, ketika didapati kawanan preman yang ikut serta dalam kericuhan tersebut. Hal itu diketahui ketika aparat kepolisian berhasil mengamankan kawanan yang ternyata adalah preman.

Suasana kampus sendiri sejauh ini perlahan mulai kondusif. Meski begitu, proses belajar mengajar di universitas berjuluk Kampus Reformasi itu masih terganggu. Nampak pula sejumlah aparat kepolisian masih berjaga-jaga di dalam maupun di luar area kampus.

Hadiri ISS 2019, Menristekdikti Sebut Jumlah Startup RI Pertama di ASEAN

Halaman: 
Penulis : Syukron Fadillah