logo


Stok Pupuk Bersubsidi di Provinsi NTB Aman

Pupuk Indonesia melalui anak perusahaannya, Pupuk Kaltim dan Petrokimia Gresik, telah menyalurkan 152.271 ton pupuk sepanjang Agustus.

22 Agustus 2016 12:45 WIB

Ilustrasi, pupuk bersubsidi.
Ilustrasi, pupuk bersubsidi. Istimewa

NTB, JITUNEWS.COM - Direktur Utama PT Pupuk Indonesia (Persero), Aas Asikin Idat, mengatakan bahwa pemenuhan kebutuhan pupuk bersubsidi untuk wilayah Nusa Tenggara Barat (NTB) aman hingga 5 bulan ke depan.

Aas Asikin Idat, mengungkapkan bahwa saat ini total stok pupuk bersubsidi untuk NTB per tanggal 16 Agustus 2016 adalah 69.770 ton. Angka ini sepuluh kali lipat lebih banyak daripada ketentuan stok Pemerintah, yaitu 5.325 ton.

Rincian stok pupuk urea bersubsidi tersebut adalah 35.151 ton urea, 4.104 ton SP-36, 6.632 ton ZA, 18.493 ton NPK dan 5.389 ton pupuk organik. Sedangkan secara nasional, stok pupuk bersubsidi saat ini mencapai 1,28 juta ton.


SK IPHPS Terbit, Petani Hutan Ajak Ono Surono Gelar Syukuran

Menurut Aas, Pupuk Indonesia telah berkomitmen untuk mengamankan pasokan pupuk untuk berjaga-jaga menghadapi musim tanam.

"Fenomena iklim dan cuaca belakangan ini mengakibatkan terjadinya pergeseran musim tanam. Untuk mengantisipasi lonjakan kebutuhan, kami membuat kebijakan yakni menyimpan stok di atas ketentuan," demikian kata Aas Asikin Idat, dalam keterangan tertulis yang diterima Jitunews.com, Senin(22/8).

Lebih lanjut, ia mengatakan bahwa hingga bulan Agustus, Pupuk Indonesia melalui anak perusahaannya, Pupuk Kaltim dan Petrokimia Gresik, telah menyalurkan 152.271 ton pupuk bersubsidi untuk wilayah NTB.

Selain mengamankan stok, Pupuk Indonesia juga telah membuat sejumlah kebijakan untuk mencegah terjadinya penyimpangan pupuk bersubsidi di lapangan. Antara lain, menerapkan sistem Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok untuk memastikan pupuk bersubsidi diterima petani, kemudian pemberian warna khusus untuk pupuk bersubsidi, pemberian bar code untuk mendeteksi karung pupuk bersubsidi, dan lain sebagainya.

"Kami juga menambah gudang penyangga untuk melayani daerah-daerah remote sehingga pupuk bisa cepat sampai pada petani," tungkasnya

Hercules Angkut 23 Ton Bahan Pangan ke Lombok, Apa Saja Isinya?

Halaman: 
Penulis : Siprianus Jewarut, Syukron Fadillah