logo


Perpendek Rantai Pasokan Menjadi Langkah Strategis Kementan-Kemendag

Hingga saat ini ada 14 komoditas pangan yang akan diatur dalam kesepakatan sinergi Kementan dan Kemendag.

18 Agustus 2016 16:37 WIB

Suasana di pasar tradisional Klender, Jakarta (27/4/2016).
Suasana di pasar tradisional Klender, Jakarta (27/4/2016). JITUNEWS/Rezaldy

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Kepala Pusat Data dan Informasi Kementan, Suwandi, menyampaikan, Kementan dan Kemendag telah menyepakati berbagai upaya nyata untuk mengendalikan harga pangan strategis. Salah satunya adalah dengan bersepakat untuk memperpendek rantai pasok pangan dari daerah sentra produksi ke konsumen.

"Caranya yaitu dengan mengoptimalkan peran Bulog untuk menyerap langsung semua komoditas pangan yang ada di petani," demikian kata Kepala Pusat Data dan Informasi Kementan, Suwandi dalam keterangan tertulisnya yang diterima Jitunews.com, Kamis(18/8).

Untuk itu, Suwandi menambahkan, Kementan dan Kemendag saat ini tengah menggodok harga beli gabah di tingkat petani dan harga jual beras ke konsumen oleh Bulog.


Kementan: Pupuk 2020 Cukup

"Petani dan pedagang harus sama-sama mendapatkan keuntungan, sehingga tidak terjadi disparitas harga dan anomali pasar yang menyebabkan harga pangan melonjak saat produksi melimpah," demikian katanya.

Hingga saat ini, ada 14 komoditas pangan yang akan diatur dalam kesepakatan sinergi Kementan dan Kemendag yaitu beras, kedelai, cabai, bawang merah, gula, minyak goreng, tepung terigu, daging sapi, daging ayam ras, telur ayam ras, serta ikan segar khususnya bandeng, ikan kembung, dan tongkol/tuna/cakalang.

Namun saat ini baru empat komoditas yang secara langsung telah ditetapkan dengan aturan yang disepakati yakni beras, gula, bawang merah, dan daging sapi.

Mentan Syahrul Operasi Pasar Bawang Putih dan Cabai di Solo

Halaman: 
Penulis : Siprianus Jewarut, Syukron Fadillah
 
×
×