logo


Inspiratif! Mantan TKI Arab Saudi Ini Jadi Doktor di FH Unpad

Nuryati sejak awal meniatkan kerja ke luar negeri karena ingin berkuliah

13 Agustus 2016 09:15 WIB

Nuryati Solapari, mantan TKI Arab Saudi yang Jadi Doktor di FH Unpad
Nuryati Solapari, mantan TKI Arab Saudi yang Jadi Doktor di FH Unpad suara.com

BANDUNG, JITUNEWS.COM - Nuryati Solapari, mantan tenaga kerja Indonesia (TKI) di Arab Saudi, meraih gelar doktor hukum pada Sidang Promosi Doktor dengan disertasi "Penerapan Prinsip Keadilan Sosial Bagi Perlindungan Pekerja Migran Indonesia dalam Pemenuhan Hak Menurut Sistem Hukum Ketenagakerjaan Indonesia", Jumat (12/8).

Menurut keterangan tertulis yang diterima JITUNEWS.COM, Nuryati sejak awal meniatkan kerja ke luar negeri karena ingin berkuliah. Setelah memiliki cukup uang, ia kembali untuk kuliah di Universitas Sultan Ageng Tirtayasa di Serang Banten, S2 di Universitas Jayabaya Jakarta dan meraih gelar doktoral (S3) di Fakultas Hukum Universitas Padjajaran (FH Unpad).

Suasana haru menyelimuti detik-detik Ketua Sidang Dr. An An, S.H., LLM menyatakan Nuryati Solapari lulus dengan predikat memuaskan. Derai titik air mata tak tertahankan, termasuk dari Ibunda Nuryati dan sejumlah undangan yang hadir seperti mantan Kepala BNP2TKI Mohammad Jumhur Hidayat. Bahkan, isak tangis Nuryati tak henti-henti selama sambutan akhir. 


Hanya Tiduran Dapat Gaji Ratusan Juta, Mau?

"Telah terjadi ketidakadilan bagi pekerja migran di setiap tahapan baik itu pra-penempatan, masa penempatan dan purna-penempatan. Karena itu perlu ada bantuan hukum yang difasilitasi negara dalam setiap tahapan itu, bila memang dibutuhkan oleh TKI," ujar Nuryati dalam disertasinya.

Menurut dia, walau banyak ketidakadilan bagi TKI, namun menyetop penempatan TKI adalah tidak tepat karena ini menyangkut hajat hidup yang terjadi di kalangan berpendidikan rendah yang hanya bisa menjual jasanya di luar negeri. Negara harus hadir agar mereka bisa tetap bekerja ke luar negeri dengan perlindungan negara yang baik. 

"Perempuan yang bekerja ke luar negeri tidaklah melanggar Hukum Islam, karena kondisi memaksa akibat suami sangat sulit miliki pekerjaan," tegas Nuryati.

Mengakhiri sidang tersebut, Nuryati kembali meyakinkan para anggota Sidang Senat Terbuka bahwa UU Nomor 39 Tahun 2004 tentang Penempatan dan Perlindungan TKI di Luar Negeri perlu segera diperbaiki agar memperkuat perlindungan negara dalam proses penempatan TKI.

Bahagia Itu Bukan Berarti Harus Disukai Semua Orang

Halaman: 
Penulis : Riana